Selasa, 18 Oktober 2016 16:22 WIB

Diwajibkan Dukung Ahok-Djarot, Lulung Terkendala Psikologis

Editor : Rajaman
Laporan : Evi Ariska

JAKARTA, Tigapilarnews.com - Wakil Ketua PPP versi Djan Farid, Humprhey Djemat, mengungkapkan ketidakhadiran Abraham (Lulung) Lunggana di acara deklarasi PPP kepada pasangan calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan wakilnya Djarot Saiful Hidayat pada Senin (17/10/2016) malam lantaran psikologis Lulung yang shok (tidak terima) keputusan PPP mendukung petahana.

"Ya, (faktor) psikologis kali. Kalau dia (Lulung) datang, mungkin kehilangan muka. Kan selama ini dia berseberangan langsung dengan Ahok," ungkap Wakil Ketua PPP Humprhey Djemat saat dikonfirmasi, Selasa (18/10/2016).

Meski demikian, Humphrey menjamin jika Lulung akan patuh pada keputusan partai yang telah menetapkan dukungan terhadap Ahok-Djarot.

Bahkan, Humphrey meyakini, sudah ada pernyataan lisan dari Lulung terhadap dukungan yang disampaikan ke Ketua Umum Djan Farid.

"Ada (pernyataan lisan). Dia bilang, 'Ok saya dukung' ke Ketua Umum (Djan Farid). Kalau dia mendukung Ketua Umum dan Ketua Umum telah memutuskan dukung Ahok-Djarot, kan sama aja dia mendukung Ahok-Djarot dong. Iya dong," ungkapnya.

Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Lulung langsung terkait dukungan tersebut. Mengingat, sebelumnya Lulung telah mengikuti silaturahmi DPW Nasional.

Sehingga, sebagai ketua Ketua DPW PPP Jakarta, secara otomatis Lulung wajib tunduk dengan segala keputusan DPP.

"Dia (Lulung) menyatakan, akan mengikuti apa yang telah diputuskan oleh DPP dan tunduk kepada apa yang dilakukan oleh ketum. Itu aja yang jadi pegangan kita," jelas dia.

Menurut Humphrey, sanksi tak perlu dilakukan jika Lulung tetap kukuh menolak dukungan paetainya, Pasalnya, dirinya meyakini jika dukungan terhadap Ahok bukan bersifat pribadi, melainkan partai secara umum.

Artinya, sekali pun secara personal Lulung masih belum menerima Ahok, namun secara partai, Lulung akan duduk sebagai salah satu pendukung Ahok.

"Nggak (di sanksi). Kita tidak terapkan hal itu. Ini kan dukungan partai bukan individual. Sekarang kalau Ahok mau datang ke deklarasi, itu kan yang dia lihat PPP bukan individualnya. Kalau nggak mana mau dia datang ke sini. Kan ini pengakuan terhadap PPP pimpinan Djan Faridz. Ini juga didukung partai pegusung lainnya," pungkasnya.
0 Komentar