Jumat, 12 Maret 2021 23:40 WIB

Biden Harap Warga AS Jadikan 4 Juli Sebagai Hari Kemerdekaan dari Covid-19

Editor : Eggi Paksha
Presiden AS, Joe Biden. (foto istimewa)

JAKATA, Tigapilarnews.com- Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, berharap warga Amerika dapat "menandai kemerdekaan" dari Covid-19 pada 4 Juli jika orang-orang telah divaksinasi.

Dalam pidato pertamanya sebagai presiden, Biden akan memerintahkan seluruh negara bagian membuat semua orang dewasa yang memenuhi syarat untuk divaksinasi paling lambat 1 Mei. Vaksinasi saat ini memprioritaskan orang berdasarkan usia atau kondisi kesehatan.

Biden berbicara tepat setahun setelah wabah diklasifikasikan sebagai pandemi global. Setengah juta orang Amerika telah meninggal dunia akibat Covid-19. Jumlah itu lebih dari jumlah korban tewas akibat Perang Dunia Pertama, Perang Dunia Kedua, dan Perang Vietnam digabungkan.

Sekolah-sekolah ditutup, bisnis ditutup, dan orang-orang menjaga jarak untuk mencegah pandemi Covid-19.

Tahun lalu, banyak warga AS terpaksa meniadakan parade, pertunjukan kembang api, dan pesta yang biasa diadakan pada hari libur nasional pada 4 Juli, yang menandai kemerdekaan AS dari Inggris.

Dalam sambutannya, Presiden Biden mengatakan, pihaknya tidak merancang acara besar bisa terus berjalan, namun dia berharap beberapa kelompok kecil bisa bertemu kembali.

"Jika kita melakukan ini bersama-sama, pada 4 Juli, ada peluang bagus Anda, keluarga, dan teman-teman Anda bisa berkumpul di halaman belakang rumah atau di lingkungan Anda dan mengadakan acara masak-memasak atau barbekyu dan merayakan Hari Kemerdekaan," tutur Biden.

"Setelah satu tahun yang panjang dan berat, itu akan membuat Hari Kemerdekaan kali ini benar-benar istimewa, di mana kita tidak hanya menandai kemerdekaan kita sebagai satu bangsa tetapi kita mulai menandai kemerdekaan kita dari virus ini," ungkap dia.

AS sejauh ini memiliki jumlah kematian tertinggi di dunia akibat virus tersebut, tetapi tingkat kematian dan infeksi telah menurun dalam beberapa pekan terakhir seiring meningkatnya program vaksin.

Sistem kesehatan negara itu rumit dan masing-masing negara bagian bertanggung jawab atas kebijakan kesehatan masyarakat.

Sementara pemerintah federal bertanggung jawab mendistribusikan vaksin ke berbagai negara bagian, sebagian besar bergantung pada negara bagian itu untuk menangani distribusi.

Tetapi sebagai bagian dari rencana memperluas vaksinasi, Presiden Biden mengatakan jumlah tempat di mana orang dapat diimunisasi akan ditingkatkan, termasuk dokter hewan dan dokter gigi yang juga diizinkan untuk memvaksinasi orang.

“Unit bergerak akan melakukan perjalanan ke komunitas lokal untuk memberikan vaksinasi di komunitas yang kurang terlayani,” ujar dia.

Biden sebelumnya menetapkan target 100 juta vaksinasi pada hari ke-100 pemerintahannya. Namun dalam pidatonya, Kamis, target tersebut akan tercapai pada hari ke-60, yakni 20 Maret.

Dia berbicara tak lama setelah menandatangani rancangan undang-undang (RUU) bantuan ekonomi senilai USD1,9 triliun, yang menandai kemenangan legislatif awal untuk pemerintahannya.

Ini termasuk bantuan tunai langsung USD1.400 kepada sebagian besar warga AS, bersama tindakan lain untuk membantu orang keluar dari kemiskinan dan memberikan dana tambahan kepada pemerintah lokal dan negara bagian.(kah)


0 Komentar