Sabtu, 24 Desember 2016 06:13 WIB

KAI Waspada Longsor di Jalur Selatan

Editor : Eggi Paksha
JAKARTA, Tigapilarnews.com- Intensitas hujan yang tinggi serta musim banjir bisa membuat beberap jalur kereta terancam mengalami pergeseran.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mewaspadai longsor di jalur selatan Pulau Jawa. Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan, PT KAI melakukan pengecekan rutin di jalur tersebut sejak jauh-jauh hari.  Termasuk, menyiagakan sejumlah petugas pemantau jalur di beberapa titik.

"Kita kerja 24 jam nonstop. Pekerja menyisir jalur kereta setiap 7-8 kilometer. Ini dilakukan dengan tiga shift secara bergantian," tutur Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro, saat melakukan pengecekan di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (23/12/2016).

Edi tak menampik, dibandingkan dengan kondisi di jalur utara, kondisi jalur selatan jauh lebih buruk. Drainase saluran tertutup dengan okupansi pemukiman liar.

Untuk itu, di beberapa titik, KAI melakukan kerja sama dengan pemerintah setempat melakukan perbaikan drainase. "Kita bikin saluran kecil untuk air. Ini upaya kami untuk mengurangi genangan di titik jalur," ucap Edi.

Edi melanjutkan, menjelang libur natal dan tahun baru tahun ini, pergerakan jumlah penumpang terjadi di beberapa stasiun pemberangkatan KA jarak jauh, seperti Gambir dan Senen.

Setiap harinya, mulai dari pembukaan dua hari sebelum pembukaan posko natal, 23 Desember 2016, ratusan penumpang datang. Ia memprediksi jumlah penumpang akan terus bertambah hingga 8 Januari 2017 nanti.

Untuk memperlancar hal itu, KAI sendiri sudah menambah jumlah perjalanan 28 kereta dari total 327 perjalanan kereta jarak jauh. "Biasanya kalau normal hanya 7.000 penumpang yang berangkat per hari, tapi kali ini capai 15 ribu penumpang," tutur Edi.

Hingga tutup tahun 2016 ini, KAI memprediksi 327 juta penumpang menggunakan moda transportasi kereta api. Sementara untuk tahun depan, KAI menyakini akan ada 440 juta penumpang menggunakan kereta api.(exe/ist)
0 Komentar