Senin, 13 Mei 2024 00:03 WIB

Sandiaga Geram dan Dukung Polda Tindak Ritual Erotis WNA di Ubud

Editor : Yusuf Ibrahim
Bali. (foto istimewa)

JAKARTA, TIGAPILARNEWS.COM- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno akan melakukan investigasi terkait aksi sejumlah Warga Negara Asing (WNA) yang diduga melakukan ritual bernuansa erotis di Ubud, Bali.

"Itu sedang kami telusuri data-data sudah kami kumpulkan dan sudah kami investigasi karena Ubud ya," kata Sandiaga Uno ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (12/5/2024).

Sandiaga mengatakan pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan pemuka-pemuka adat di Ubud, Bali dalam rangka menindak tegas aksi WNA tersebut. Kepolisian Daerah (Polda) Bali juga telah turun tangan untuk menindak perkara tersebut.

Namun, identitas pria yang diduga kuat menjadi pemimpin ritual itu telah meninggalkan Indonesia pada 22 April 2024. "Ubud tempat yang sangat sakral ya dan saya sudah berkoordinasi sama pemuka adat di sana ini pasti kita akan investigasi belum ada laporan terakhir tetapi kami sudah berkoordinasi," jelas Sandiaga.

"Pihak imigrasi dan kepolisian untuk menemukan bagaimana praktik-praktik tersebut tidak bisa diterima dan ditindak tegas," ucapnya lagi.

Sandiaga Uno mengatakan keputusan untuk menindak tegas WNA melakukan tindakan anarkis menjadi suatu keharusan, apalagi sangat merusak adat istiadat Bali yang selama ini dijaga dan dilestarikan. Tak hanya sampai di situ, ritual erotis WNA di Ubud itu juga sangat berdampak buruk pada image destinasi wisatawan Indonesia di kancah internasional.

"Ini sangat mencoreng wisata yang ingin kita kembangkan yaitu wisata spritual tetapi bukan spiritual seperti itu dan kita harus tegas menyampaikan bahwa mereka datang ke Pulau Dewata mereka harus menghormati adat istiadat di Bali," tutur Sandiaga Uno.

Sebelumnya, para WNA melakukan ritual aneh dan tak wajar mirip adegan seks. Dalam video yang diunggah @picrich_, memperlihatkan pria dan wanita berbaur, saling menyentuh menggunakan pakaian minim. Namun, akun @picrich_ sudah tidak bisa diakses.(des)


0 Komentar