Senin, 21 Agustus 2023 13:53 WIB

Stok Beras Indonesia Disebut Mayoritas dari Impor

Editor : Yusuf Ibrahim
Ilustrasi. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com - Pengamat pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas mengatakan stok beras Indonesia mayoritas dari impor.

Sedangkan serapan beras dari petani lokal masih tergolong rendah. Berdasarkan laporan, stok beras Bulog per 18 Agustus 2023 sebanyak 1,3 juta ton dengan serapan petani lokal sekitar 206 ribu ton. "Data Bulog terakhir per 18 Agustus, stok mencapai 1,3 juta ton dengan serapan dalam negeri 206 ribu ton. Sehingga saat ini stok Bulog didominasi impor," kata Dwi Andreas, Senin (21/8/2023).

Adapun pengadaan beras impor tersebut mempertimbangkan masalah harga yang lebih murah. Tujuan dari pencadangan stok untuk menstabilisasi harga beras di pasar sehingga ketika harga beras sedang naik maka pemerintah bisa membanjiri pasar dengan beras impor.

Di sisi lain, pemerintah sempat mendiskusikan kepada Jaringan Tani soal penetapan HPP (Harga Pokok Produksi) beras. Jaringan tani mengusulkan HPP beras sekitar Rp5.400 - Rp5.800, namun yang disetujui oleh Pemerintah sebesar Rp5.000 per kg.

"Jadi yang impor dari luar negeri itu 638 ribu, lalu ada impor yang masih berada di mitra itu sebesar 401 ribu, jadi impor sudah lebih dari 1,5 juta ton, karena yang sudah didistribusikan 640 ribu," kata Dwi Andreas.

Guru Besar IPB ini menambahkan, adapun negara-negara yang menjadi langganan impor beras adalah Vietnam, Thailand, hingga India. Saat ini, sudah beras impor sudah masuk 1,5 juta ton untuk mengantisipasi adanya penurunan produksi petani lokal yang disebabkan karena musim kemarau yang berkepanjangan akibat El Nino.

Lebih lanjut, tahun ini produksi beras diproyeksikan turun sekitar 5% jika dibandingkan dengan tahun lalu. Angka tersebut, setara dengan pengurangan produksi beras sebanyak 1,5 juta ton. "Kalau perkiraan saya penurunan produksi tahun ini 5%. Maka produksi beras kita akan turun 1,5 juta ton. Itu perkiraan kalau berdasarkan ramalan BPS hanya 750 ribu ton," jelasnya.(mir)


0 Komentar