Senin, 16 Agustus 2021 13:23 WIB

Jokowi Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi 2022 Lebih Tinggi dari Target APBN 2021

Editor : Yusuf Ibrahim
Presiden Jokowi. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2022 berada di kisaran 5,0-5,5 persen dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022.

Angka pertumbuhan ekonomi tersebut lebih tinggi dari target APBN 2021 sebesar 5 persen. "Kami akan berusaha semaksimal mungkin mencapai target pertumbuhan di batas atas, yaitu 5,5 persen," ujarnya dalam Pidato Pengantar RUU APBN Tahun Anggaran 2022 Beserta Nota Keuangan di Gedung DPR/MPR RI Senin (14/8).

Menurut dia angka tersebut mempertimbangkan risiko perkembangan Covid-19 yang masih dinamis dalam menghadapi ketidakpastian global dan dalam negeri. Indikator tersebut menjadi asumsi dasar makro yang dipergunakan di tahun 2022.

Namun demikian pemerintah Pemerintah juga akan berusaha maksimal mencapai target pertumbuhan di batas atas, yaitu 5,5 persen. Pemerintah akan mengerahkan seluruh sumber daya, analisis ilmiah, dan pandangan ahli guna mengendalikan pandemi, sehingga pemulihan ekonomi dan kesejahteraan sosial dapat pulih dengan cepat.

"Pemulihan ekonomi RI terlihat cukup kuat, didukung oleh pertumbuhan investasi dan ekspor sebagai dampak pelaksanaan reformasi struktural. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan memitigasi risiko ke depan," kata dia.

Disisi lain, Jokowi juga menjelaskan indikator makro lain seperti inflasi, lifting minyak dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pemerintah menargetkan inflasi terjaga di angka 3 persen dalam RAPBN 2022 sama dengan tahun ini.

Sedangkan nilai tukar rupiah diperkirakan di kisaran Rp14.350 per dolar AS menguat dibandingkan APBN 2021 Rp14.600 per dolar AS. Harga minyak mentah Indonesia (ICP) dipatok senilai USD63 per barel meningkat dibandingkan patokan APBN 2021 sebesar USD45 per barel. Adapun untuk lifting minyak ditargetkan mencapai 703 ribu barel per hari dalam RAPBN 2022 lebih rendah dibandingkan tahun lalu sebesar 705 ribu barel per hari.(mir)


0 Komentar