Kamis, 20 Mei 2021 09:07 WIB

Industri Kerajinan dan Batik Terus Dipacu Agar Kompetitif di Pasar Domestik dan Ekspor

Editor : Eggi Paksha
Ilustrasi pameran batik. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com-Di tengah hantaman dampak pandemi covid-19 Kementerian perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat sektor industri di dalam negeri agar tetap bisa menjalankan usahanya dengan baik.
 

Harapannya, upaya memacu produktivitas ini bisa berkontribusi signifikan terhadap langkah mengakselerasi pemulihan ekonomi. "Industri kreatif merupakan salah satu sektor yang diharapkan bisa menjadi penopang agenda pemulihan ekonomi akibat pandemi," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat melakukan kunjungan kerja di Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta, Rabu (19/5/2021).

Menperin menegaskan, sebagai subsektor industri kreatif, industri kerajinan dan batik terus dipacu daya saingnya agar mampu kompetitif di pasar domestik dan ekspor. “Oleh karenanya, kami mendorong peran BBKB Yogyakarta semakin memaksimalkan layanannya kepada masyarakat untuk menjaga batik sebagai budaya asli Indonesia, dan meningkatkan kinerja industrinya supaya terus tumbuh,” paparnya.

Agus menambahkan, guna mendorong pengembangan sektor industri, dibutuhkan peran semua pihak dalam menciptakan ekosistem inovasi yang menunjang. "Misalnya, layanan digital yang menyeluruh dan terintegrasi merupakan jawaban mengakselerasi peran ekonomi berbasis industri kreatif tersebut," tuturnya.

Menurut Agus, adaptasi teknologi digital serta penerapan teknologi pendukung dinilai sebuah langkah yang tepat dan dapat mengubah kesulitan menjadi opportunity bagi industri kreatif. "Adanya teknologi telah memudahkan kita untuk bisa tetap terhubung, berkolaborasi, melakukan brainstorming, serta melakukan hal-hal produktif lainnya meskipun tidak bisa bertatap muka secara langsung," jelasnya.

Di samping itu, Kemenperin akan memfasilitasi produk batik untuk mendapat sertifikasi SNI. “Hal ini menjadi sangat penting karena untuk meningkatkan kualitas produk batik itu sendiri. Selain itu, menjadi instrumen untuk membendung produk impor. Sebab, batik Indonesia lebih unggul dan kaya dari segi desain,” imbuhnya.

Pada kesempatan ini, Menperin memberikan apresiasi kepada Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) serta BBKB Yogyakarta yang telah melakukan inovasi dan implementasi teknologi digital untuk membantu industri kreatif batik dan kerajinan agar bisa lebih efisien dan produktif . "Contohnya adalah pendirian Digital Learning Center atau Pusat Layanan Digital Kerajinan dan Batik yang diresmikan bersama hari ini," tandasnya.(mir)


0 Komentar