Selasa, 09 Juni 2020 19:17 WIB

Erick Terus Upayakan Penyusutan BUMN

Editor : Yusuf Ibrahim
Erick Thohir. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Aksi beres-beres BUMN terus dilakukan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir.

Saat ini, Kementerian BUMN telah memangkas jumlah BUMN, dari 142 perusahaan, menjadi 107 perusahaan. Namun, tampaknya penyusutan sebanyak 35 BUMN belum cukup. Erick menyebutkan, Kementerian BUMN bisa menekan lagi jumlah BUMN hingga tinggal 70 perusahaan saja.

"Bahkan kalau bisa jumlah BUMN bisa kita turunkan lagi jadi 70 dalam beberapa tahun ke depan," kata Erick dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, dari Jakarta, Selasa (9/6/2020).

Sejalan dengan penurunan jumlah BUMN tersebut, Kementerian BUMN juga telah menyelesaikan penyusunan klusterisasi BUMN. Klusterisasi tersebut disusun berdasarkan value chain core business BUMN.

"Total klusterisasi saat ini berjumlah 12 kluster, dari semula 27 kluster. Masing-masing Wakil Menteri akan memegang 6 kluster," tutur Erick.

Dia menjelaskan, dalam klusterisasi BUMN, Wakil Menteri I BUMN Budi Gunadi Sadikin akan membawahi 6 kluster yang terdiri dari migas dan energi, minerba, perkebunan dan kehutanan, pupuk dan pangan, farmasi dan kesehatan, serta pertahanan, manufaktur dan industri lainnya. Erick pun melakukan beberapa penyesuaian dengan kluster baru ini.

"Saya pindahkan kluster dari Pak Wamen II perkebunan dan kehutanan ke Pak Wamen I, karena memang perkebunan, kehutanan, pupuk dan pangan bisa jadi sinergi yang kuat," ujar Erick.

Sementara itu, Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo juga menangani enam kluster BUMN. Enam kluster tersebut terdiri atas jasa keuangan, jasa asuransi dan dana pensiun, telekomunikasi dan media, pembangunan dan infrastruktur, pariwisata, logistik, dan lainnya, serta sarana dan prasarana perhubungan. "Karena suka tidak suka perbankan dan asuransi saat ini sangat erat hubungannya dengan digitalisasi," katanya.(ist)


0 Komentar