Senin, 30 April 2018 07:49 WIB

Program Online UMKM Diminta Disosialisasikan Hingga Pelosok

Editor : Rajaman

JAKARTA, Tigapilarnews.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Program Go Online UMKM yang diinisiasi pemerintah harus segera disosialisasikan. 

Menurutnya, pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di semua daerah dan pelosok layak mendapatkan informasi yang lengkap tentang program tersebut. 

“Sosialisasi program hendaknya intensif, utamanya tentang rencana, target dan tahapan-tahapan (time schedule) Go Online UMKM. Karena pelaku UMKM bertebaran di banyak daerah, Kemenkop UKM dan Kominfo tentu harus bekerja sama dengan semua pemerintah daerah,” ujar pria akrab disapa Bamsoet dalam keterangan pers, Senin (30/4/2018). 

Bamsoet mengatakan, dinas-dinas perekonomian di daerah bisa menjadi garda terdepan dalam menyosialisasikan program Go Online UMKM. Sebab, pemerintah daerah diasumsikan punya data dan paling tahu tentang potensi daerah dan jumlah pelaku serta produk-produk UMKM setempat. 

Dirinya menilai, pemerintah harus bekerja lebih cepat karena digitalisasi dan otomasi sudah merambah mekanisme kegiatan industri, produksi, lalu lintas barang dan jasa serta transaksi. 

“Bekerja cepat menjadi keharusan agar sektor bisnis dalam negeri, utamanya UMKM, dapat mengejar keterlambatan mereka beradaptasi dengan era digitalisasi dan otomasi sekarang ini,” tuturnya. 

Politisi Partai Golkar itu memaparkan, ada beberapa indikator yang nyata-nyata menunjukan keterlambatan UMKM Indonesia beradaptasi dengan era digitalisasi. Paling utama adalah belum meratanya jaringan internet di seluruh wilayah tanah air. 

Indikator berikutnya, lanjut Bamsoet, adalah masih kecilnya persentase UMKM yang dapat memanfaatkan jasa online untuk mempromosikan dan memasarkan produknya. 

Menurut hasil riset Mckinsey Institute, ada 59,9 juta jumlah atau unit bisnis UMKM di Indonesia hingga akhir 2017 lalu. Dari jumlah ini, baru baru 3,97 juta unit UMKM yang saat ini sudah memanfaatkan ranah digital. Bukan hanya persentase yang teramat kecil, tetapi juga menjelaskan dengan gamblang betapa UMKM lokal sangat terlambat. 

Data itu sudah menjelaskan banyak aspek. Masih begitu banyak pelaku UMKM yang belum punya akses untuk mencari informasi tentang permintaan atau kebutuhan pasar, baik permintaan pasar domestik maupun pasar ekspor. Semua itu terjadi karena belum meratanya jaringan internet. 

Oleh karena itu, Bamsoet meyakini apabila pelaku UMKM di kawasan Tengah dan Timur Indonesia mendapatkan akses untuk memasarkan dan mempromosikan produknya dengan jaringan internet, maka kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional akan semakin signifikan. 

“Bahkan, jumlah pelaku UMKM pun dipastikan terus bertambah,” pungkasnya.


0 Komentar