Selasa, 11 April 2017 12:36 WIB
JAKARTA, Tigapilarnews.com - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, mengecam dan mengutuk pelaku dan aktor dibalik penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.
"Kami prihatin dan mengutuk keras (kejadian penyiraman air keras)," ujar Abraham kepada wartawan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4/2017).
Samad juga menilai, tindakan tersebut merupakan tindakan dari orang-orang tak bertanggung jawab yang ingin menghancurkan para penengak hukum yang akan membasmi para pelaku korupsi di Indonesia.
"Ini adalah ada perilaku yang ditunjukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab karena ini adalah cara-cara yang biadab, cara- cara orang yang ingin membungkam orang yang ingin menegakkan kebenaran dan yang ingin memberantas korupsi di Indonesia," tandas Abraham.
Lebih lanjut, Abraham Samad menghimbau kepada para penegak hukum di negara indonesia untuk lebih memberikan perlindungan kepada orang-orang yang ingin melawan korupsi.
"Saya minta kepada negara dan aparat hukum untuk dapat melindungi orang-orang yang sedang melakukan tugasnya karena ini adalah tanggung jawab negara dan saya menghimbau kepada negara untuk memaksimalkan perlindungan terhadap orang-orang yang ingin memberantas korupsi," tandas Abraham.
Sebelumnya diberitakan, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, mengalami luka diwajahnya lantaran menjadi korban penyiraman air keras oleh dua orang tak dikenal di depan Masjid Al-Ikhsan, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4/2017) pagi.