Kamis, 23 Maret 2017 07:11 WIB

Walikota Bogor Siagakan Armada Bantuan Antisipasi Mogok

Editor : Yusuf Ibrahim
Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, tetap mengantisipasi aksi mogok angkutan dengan mengerahkan armada bantuan untuk mengakomodir warga khususnya pelajar sekolah. 

Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, saat dihubungi Kamis (23/03/2017) pagi menyebutkan, sudah mengumpulkan seluruh kepala dinas, camat, lurah dan BUMD untuk menyiagakan armada bantuan. 

"Saya sudah kumpulkan semua kepala dinas, camat, lurah dan BUMUM untuk seluruhnya standby hari ini, menyediakan armada mobil untuk membantu mobilitas warga," kata Bima. 

Bima mengatakan, hasil rapat koordinasi yang dilakukan malam tadi, disepakati bahwa angkot dan ojek online tetap beroperasi normal seperti semua setelah menandatangani perjanjian damai.

Tapi, lanjutnya, ia meminta khususnya ojek online untuk sementara tidak menggunakan atribut saat beroperasi. Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. 

Untuk memastikan aktivitas moda transportasi publik beroperasi hari ini, rencananya Bima akan melakukan monitor ke lapangan dengan memantau sejumlah titik dimulai dari wilayah Merdeka.

"Sebentar lagi saya jalan dari rumah," kata Bima. 

Selama tiga hari ini Pemerintah Kota Bogor mengerahkan armada bantuan untuk mengakomodir mobilitas warga. Kendaraan dikerahkan milik Satpol PP, Kepolisian, TNI dan mobil dinas pemerintah daerah. 

Hingga malam tadi (Rabu-red) armada bantuan masih terus bergerak melayani warga yang kesulitan mendapatkan moda transportasi akibat kericuhan yang terjadi di Terminal Laladon. 

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Bogor mengimpai para orang tua, serta guru untuk mengantisipasi adanya angkot mogok dengan memantau situasi kelancara angkutan umum yang akan digunakan para siswa. 

Plt Kepala Dinas Pendidikan, Fakhrudin menyebutkan, jika terjadi mogok angkutan makan pihak orang tua dan guru dapat segera mengambil langkah bijak dengan sesuai dengan situasi yang ada. 

"Jika situasinya tidak memungkinkan bagi siswa untuk berangkat ke sekolah, maka siswa sebaiknya kembali dan belajar di rumah," katanya. 

Selain itu juga, Disdik menugaskan Satgas Pelajar untuk memantau situasi di lapangan, dan melakukan koordinasi dengan sekolah, Disdik untuk membantu kesulitan siswa. 

Terkait pelaksanaan ujian SMA dan SMK, lajutnya, tetap berjalan seperti biasa dengan waktu yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi lapangan yang dihadapi para siswa.

"Jika ada siswa yang tidak bisa mengikuti ujian karena satu dan lain hal, maka siswa dapat mengikuti ujian susulan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan," kata Fakhrudin.(exe/ist)


0 Komentar