Jumat, 10 Februari 2017 21:31 WIB

KUR Harus Benar-benar Sasar Pengusaha Kecil

Editor : Rajaman
Hafiz Tohir (ist)

JAKARTA, Tigapilarnews.com - Kredit Usaha Rakyat (KUR) harus benar-benar dapat menyasar para pelaku usaha di level terkecil sehingga porsi KUR untuk kalangan tersebut perlu untuk ditingkatkan guna meningkatkan kesejahteraan mereka.

"KUR ini tak boleh salah sasaran," kata Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir dalam rilis di Jakarta, Jumat.

Dia menegaskan pelaku bisnis besar sebaiknya tak diberikan KUR bersubsidi, karena kelompok ini dinilai sudah mampu, bahkan bisa mengambil kredit komersil dengan bunga tinggi.

Achmad Hafisz menginginkan target KUR bersubsidi yang menyasar sektor pertanian, kehutanan, kelautan dan perburuhan dapat ditingkatkan dari sekitar 20 persen menjadi 40 persen.

Politikus PAN itu memaparkan KUR bersubsidi layak juga diberikan bagi para pedagang kaki lima dengan satu meja lapak untuk berdagang.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta industri jasa keuangan untuk memperkuat penyaluran kredit, terutama Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada UMKM.

"Saya minta arahkan kepada usaha-usaha kecil, usaha mikro, kepada nelayan untuk sisi produktif, bukan konsumtif, terutama BPD (bank pembangunan daerah)," kata Jokowi dalam sambutannya saat Pertemuan Awal Tahun Pelaku Industri Jasa Keuangan 2017 di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/1/2017).

Presiden juga mengarahkan agar para gubernur dapat memberikan subsidi bunga bank kepada KUR yang berasal dari APBD sehingga dapat membantu produktivitas perekonomian daerah, serta agar industri jasa keuangan di daerah-daerah gencar mempromosikan fasilitas KUR secara langsung kepada masyarakat.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2016 sudah merata, meski sebagian besar masih terpusat di Jawa.

"Saya tidak melihat ada ketimpangan, karena 54 persen orang miskin ada di Jawa," kata Darmin di Jakarta, Kamis (10/2).

Darmin menjelaskan penduduk berpendapatan menengah ke bawah dan produksi padi tertinggi masih terfokus di Jawa, sehingga tidak mengherankan porsi penyaluran KUR terbesar terjadi di kawasan ini.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara akan mendorong agar Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari bank penyalur dapat menyasar UKM dan pedagang di 'market place' (platform jual-beli) seperti Buka Lapak.

"Iya nanti saya ajak temen-temen 'market place' untuk bicara sama bank, untuk nyalurin KUR, datanya ada. Karena KUR yang dari pemerintah itu kan dilakokasikan lewat bank, bank yang menyalurkan, nanti dengan bank penyalur," kata Menteri usai menghadiri acara ulang tahun Buka Lapak di Jakarta, Selasa (10/1).

"Market place" merupakan salah satu tempat berkumpulnya para wirausahawan UKM maupun pedagang untuk berjualan secara online, yang memuat data profil pedagang, baik data pribadi maupun transaksi yang terjadi, sehingga dapat terlihat profil data wirausahawan yang lebih lengkap.

sumber: antara


0 Komentar