JAKARTA, Tigapilarnews.com- Akibat gempa yang mengguncang wilayah Sumatera Barat, banyak warga yang berada di pesisir pantai panik dan bergerak mengungsi ke lokasi-lokasi selter yang disediakan. Penjelasan tersebut, disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Nasrul Abit, kepada RRI, Rabu (02/03/2016).Namun, menurut Nasrul, hingga pukul 21.00 WIB tidak terjadi tsunami di sejumlah titik yang dikhawatirkan sudah mengalaminya, mengharapkan gempa tersebut benar-benar tidak berubah menjadi tsunami."Jadi mereka tadi cukup panik juga karena ada pengumuman, mereka tahu bahwa ini potensi tsunami, begitu. Jadi, mereka juga sudah mencari tempat, di mana tempat-tempat yang aman," kata Nasrul."Tapi sekarang mereka sudah ada yang kembali lagi ke rumah, karena ini sudah satu jam lebih dari tadi."Selain itu, Nasrul menambahkan, sirine tanda peringatan tsunami yang berada di BPBD Provinsi Sumbar, hingga saat ini belum berbunyi, mengindikasikan kondisi tsunami belum terjadi.Menurut Nasrul, masyarakat sudah paham apa yang harus dilakukan ketika terjadi gempa, selain memang sudah disediakan sejumlah selter pengungsian oleh pemerintah daerah.Jalur komunikasi telepon seluler masuk dan keluar Mentawai tidak bisa digunakan, dan hanya bisa menggunakan jalur komunikasi radio. Informasi terakhir, tidak terjadi kerusakan di wilayah Mentawai.Informasi terakhir dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada pukul 21.16 WIB melalu akun twitter @infoBMKG menjelaskan terjadi gempa 7,8 SR dengan pusat gempa berada di 793 barat daya Kota Padang, dengan kedalaman 10 km.(exe)