Jumat, 22 Maret 2024 13:44 WIB

Korlantas Gandeng Google Maps Sepanjang Arus Mudik dan Balik Lebaran 2024, Permudah Pantau Kondisi Terkini

Editor : Yusuf Ibrahim
Ilustrasi penggunaan Google Maps. (foto istimewa)

JAKARTA (Kastanews.com)- Korps Lalu Lintas (Korlantas) bekerja sama dengan Google Maps sepanjang arus mudik dan balik Lebaran 2024. Kolaborasi ini bertujuan untuk mempermudah pemudik dalam memantau kondisi lalu lintas terkini yang dilakukan oleh kepolisian setempat.

Google Maps nantinya akan menerima informasi dari Korlantas mengenai rekayasa lalu lintas. Sehingga pemudik akan dialihkan ke jalan yang tepat dan cepat sehingga dapat mengurai kepadatan lalu lintas.

Kasubagdalops Bag Ops Korlantas Polri AKBP Renaldi menjelaskan nantinya akan ada data berupa simbol-simbol pengalihan arus, buka tutup arus, contra flow, hingga sistem oneway secara situasional, di tampilan Google Maps yang bisa terpantau secara real time.

“Hari ini kita sudah melaksanakan kegiatan rountable bersama dengan Google Indonesia, di mana nanti kita melaksanakan kegiatan pengamanan yang nanti adanya rekayasa arus lalu lintas. Kemudian adanya pengalihan arus dan itu juga akan terpampang jelas nanti di fitur-fitur yang ada di Google,” kata AKBP Renaldi dalam laman Humas Polri.

Strategic Partnerships Development Manager Google Maps Galuh rohmah mengungkapkan kerja sama ini sangat membantu masyarakat dalam melakukan perjalanan mudik. Ia yakin masyarakat bisa mengetahui dan bisa melewati jalur itu dengan nyaman dan aman.

“Untuk Google Maps sendiri, priotitas kami adalah membantu pemerintah dalam mengaplikasikan peraturan-peraturan rekayasa lalu lintas. Itu diberikan untuk dapat di akses di Google Maps, sehingga kami berusaha membantu masyarakat atau pemudik melakukan aktivitas mudik dengan nyaman, aman, dan juga dengan lancar,” ujar Galuh.

Berdasarkan survey yang dilakukan Kementerian perhubungan (Kemenhub), pemilihan penggunaan angkutan untuk mudik lebaran terbanyak adalah kereta api sebesar 20,3 persen (39,32 juta), bus 19,4 persen (37,51 juta), mobil pribadi 18,3 persen (35,42 juta), dan sepeda motor sebesar 16,07% (31,12 juta).

Berdasarkan suvei tersebut, puncak arus mudik adalah H-2 atau Senin, 8 April 2024, dimulainya cuti bersama dengan potensi pergerakan 26,6 juta orang (13,7 persen). Sedangkan perkiraan puncak arus balik adalah H+3, yakni Minggu, 14 April 2024, dengan potensi pergerakan 41 juta orang (21,2 persen).(des)


0 Komentar