Kamis, 29 April 2021 11:53 WIB

Produsen Sari Roti Alami Penurunan Laba Bersih pada Kuartal I-2021

Editor : Eggi Paksha
Ilustrasi. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com-PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) mencatatkan penurunan laba bersih pada kuartal I-2021.

Pada laporan keuangan per 31 Maret 2021, Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp56,70 miliar atau lebih rendah 27,15% dibanding 31 Maret 2020 sebesar Rp77,84 miliar.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), produsen Sari Roti ini mencatatkan penjualan neto sebesar Rp787 miliar atau turun 13,78% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp912,87 miliar dengan laba per saham dasar Rp9,17.

Terkait penurunan laba, Direktur Nippon Indosari Corpindo, Arlina Sofia menyebut, perbandingan capaian kuartal I-2021 tidak "apple to apple" bila dibandingkan kinerja Perseroan sebelum pandemi Covid-19 atau kuartal I-2020. "Akan lebih tepat bila melakukan perbandingan kuartalan untuk mengkaji profitabilitas maupun melihat tren positif Penjualan,” ujar Arlina dalam keterangan tertulis.

Adapun penjualan neto Perseroan terdiri atas roti tawar, roti manis, kue, lain-lain dan termasuk retur penjualan dan rabat. Penjualan roti tawar tercatat Rp589,53 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp679,68 miliar; roti manis tercatat Rp260,63 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp325,74 miliar.

Penjualan kue tercatat Rp28,89 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp26,09 miliar; penjualan lain-lain tercatat Rp5,21 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp778,15 juta. Kemudian, retur penjualan dan rabat tercatat Rp97,27 miliar.

Sementara itu, penjualan kepada distributor/agen didominasi kepada PT Indomarco Prismatama (Indomart) sebesar Rp271,81 miliar atau 34,54 persen dan kepada PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) sebesar Rp171,64 miliar atau 21,81 persen.

ROTI mencatatkan adanya penurunan beban pokok pendapatan di kuartal I-2021 menjadi Rp352,01 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp393,44 miliar. Beban usaha juga mengalami penurunan menjadi Rp366,21 miliar dari sebelumnya Rp416,88 miliar. Sementara itu, beban operasi lainnya naik menjadi Rp4,09 miliar dari sebelumnya Rp875,96 juta.

Nippon Indosari Corpindo mencatatkan liabilitas sebesar Rp1,26 triliun dan ekuitas Rp3,28 triliun. Adapun total aset perseroan meningkat menjadi Rp4,55 triliun dibanding tahun 2020 sebesar Rp4,45 triliun.(mir)


0 Komentar