Kamis, 03 Desember 2020 12:41 WIB

Bank BJB Belanjakan Rp800 Miliar Guna Transaksi Digital Semakin Mudah dan Cepat

Editor : Yusuf Ibrahim
Bank BJB. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com - Bank BJB mengalokasikan belanja modal atau capek sebesar Rp800 miliar untuk inspektur digital.

Komitmen ini seiring komitmen perseroan menggarap market keuangan digital di Indonesia. "Kami siapkan capek hingga Rp800 miliar untuk digitalisasi bank bjb, diantaranya untuk IT pengadaan server berkemampuan tinggi. Sehingga transaksi digital akan semakin mudah dan cepat," kata Direktur Utama Bank BJB, Yuddy Renaldi.

Menurut dia, digitalasisasi bank bjb tumbuh cukup bagus. Sepanjang tahun 2020 perseroan telah mencatat peningkatan transaksi keuangan digital antara 40 hingga 45%. Digitalisasi Bank BJB juga telah mendorong kenaikan pendapatan perseroan cukup signifikan.

"Sebelum pandemi, kami telah menyiapkan infrastruktur keuangan digital, sehingga saat pandemi kami sudah siap. Sekarang, pertumbuhannya cukup signifikan, mampu mendorong pendapatan dari biaya jasa," kata Yuddy di Bandung.

Kedepan, kata dia, perseroan akan terus menggenjot layanan keuangan digital melalui BJB Digi, layanan QRIS, dan lainnya.

Dalam waktu dekat, Bank BJB juga akan menambah layanan pembiayaan loan on boarding yang bisa diakses melalui aplikasi BJB Digi.

"Layanan ini akan membantu penetrasi kredit kami yang saat ini tumbuh cukup baik di angka 8-9%. Karena, nanti pelaku usaha akan makin mudah mengajukan pinjaman. Prosesnya dilakukan secara digital 3 hingga 4 hari bisa cair," tutur dia.

Bank BJB, kata dia, telah menggelontorkan capek hingga ratusan miliar untuk melengkapi infrastruktur IT. Investasi ini telah mendorong layanan digital Bank BJB bertransaksi secara cepat dan aman.

"Potensi market digital di Jawa Barat saja sebenarnya masih cukup besar. Misalnya kami menyasar ke pasar pasar yang jumlahnya mencapai 5.000 unit. Ini peluang bagi kami menguasai market share keuangan digital di wilayah kami sendiri," jelasnya.

Pihaknya optimistis, layanan keuangan digital Bank BJB akan makin berkembang dan menjadi sumber penopang laba perseroan.

Saat pandemi, Bank BJB mampu mempertahankan kualitas pertumbuhan laba dengan pencapaian Rp1,2 triliun pada triwulan 3/2020.

Sementara itu, Direktur Komersial dan UMKM Bank BJB Nancy Adistyasari optimistis sektor pembiayaan akan terus membaik seiring berangsurnya ekonomi nasional.

Apalagi, selama pandemi kredit Bank BJB tetap mencatat pertumbuhan cukup baik hingga 9%. Padahal, saat awal pandemi pihaknya sempat merevisi pertumbuhan kredit menjadi 4%.

"Pandemi juga telah mendorong kami menciptakan produk yang sebelumnya tak terpikirkan. Kami juga tetap akan fokus menggarap market utama kami yaitu konsumer," imbuh dia.(yor)


0 Komentar