Jumat, 02 Maret 2018 06:54 WIB

Jokowi Setuju Ba'asyir Dipindah Ke Rumah Tahanan Solo

Editor : Rajaman

JAKARTA, Tigapilarnews.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menemui presiden Joko Widodo guna membahas kesehatan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir di Istana Negara, Kamis (1/3/2018).

Dalam pertemuan itu, Ryamizard memberikan masukan agar Ba'asyir dipindahkan ke rumah tahanan di Solo, Surakarta.

Menurut Ryamizard langkah tersebut penting dilakukan mengingat kondisi kesehatan Abu Bakar sudah mulai menurun.

"Kami prihatin karena dia (Ba'asyir) sudah tua, sakit-sakitan, kakinya bengkak-bengkak, makanya dengan alasan kemanusiaan, apa kata dunia kalau ditahan di Lapas," ujar Ryamizard kepada wartawan di Istana Negara.

Ryamizard menambahkan dalam pertemuan itu, Presiden Joko Widodo menyetujui pemindahan Abu Bakar Ba'asyir.

Menurut Ryamizard, rencana pemindahan kembali Ba'asyir ini sudah lama menjadi perhatian Jokowi. Terlebih kondisi kesehatan pengasuh Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki Surakarta itu sudah mulai menurun. 

Pada Agustus 2017 Ba'asyir mendapat perawatan di sebuah rumah sakit lantaran pembengkakan di kaki. Tim kesehatan melakukan observasi untuk mengetahui gangguan penyakit yang mengakibatkan kaki menjadi bengkak dan tubuh lemas.

Ryamizard mengakui bahwa pihak keluarga sudah meminta pengampunan dari pemerintah. Namun permintaan itu belum dibahas lebih lanjut dengan presiden. 

Menurutnya saat ini yang paling utama adalah memulihkan kondisi Ba'asyir dan penanganan kesehatan dapat berjalan dengan baik. Meski menjadi tahanan rumah, Ba'asyir bisa berkumpul dengan keluarga dan bertemu anak cucu.

"Mungkin tahanan rumah dulu, kalau bebas risikonya nanti kalau ada apa-apa pemerintah yang disalahkan," ujar Ryamizard.

Abu Bakar Ba'asyir, merupakan terpidana kasus terorisme yang divonis 15 tahun sejak tahun 2012. Sebelumnya ia menjalani penahanan di LP Nusakambangan Jawa Tengah.

Namun karena kondisi kesehatannya menurun, ia pun dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur Bogor. Ba'asyir dikenal sebagai pendiri kelompok Majelis Mujahidin Indonesia.

Kelompok itulah yang dituding menjadi ihwal kemunculan aksi terorisme di Indonesia. Tak cuma itu, Ba'asyir disebut juga menjadi pemberi dana untuk pelatihan militer dan senjata di Aceh.


0 Komentar