Selasa, 24 Oktober 2017 13:46 WIB

BTPN Raih Laba Rp1,4 Triliun

Editor : Yusuf Ibrahim
Ilustrasi PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Tbk. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Tbk meraih laba bersih setelah pajak senilai Rp1,4 triliun pada kuartal III 2017 atau relatif setara dengan perolehan laba pada periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama BTPN, Jerry Ng, melalui pernyataan tertulis di Jakarta, Selasa (24/10/2017), menuturkan jika tidak memperhitungkan nilai investasi pada tahun ini, perolehan laba mencapai Rp1,8 triliun.

"Periode Januari-September 2017 perseroan telah menanamkan investasi senilai Rp624 miliar, meningkat 77 persen dibandingkan nilai investasi pada kurun waktu yang sama tahun lalu, yakni Rp353 miliar," ujarnya.

Selama tiga tahun terakhir, total investasi yang dibenamkan telah mencapai lebih dari Rp1,4 triliun untuk mengembangkan dua platform perbankan digital, yakni "BTPN Wow!" dan "Jenius".

Penyaluran kredit hingga akhir September 2017 mencapai Rp65,8 triliun atau tumbuh lima persen dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp62,6 triliun. 

Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) BTPN ditahan di level 0,9 persen pada kuarta III ini.

Dari sisi penghimpunan dana (funding), BTPN memperoleh Rp74,9 triliun, tumbuh sembilan persen dibandingkan dengan realisasi pada tahun lalu senilai Rp68,8 triliun.

Dengan perolehan penyaluran kredit dan pendanaan itu, aset BTPN naik sembilan persen (year on year/yoy) dari Rp86,1 triliun menjadi Rp93,8 triliun per akhir September, sedangkan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 24,8 persen.

Pemberdayaan

Jerry mengatakan BTPN juga melakukan pelatihan dan pendampingan secara berkelanjutan dan terukur untuk meningkatkan kapasitas para nasabah. 

Hingga kuartal III 2017, BTPN menyelenggarakan 87.821 pelatihan daya dengan jumlah peserta 486.994 nasabah.

"Sejalan dengan rencana besar untuk menjadi bank digital terbaik di Tanah Air, digitalisasi juga akan diadopsi untuk bisnis kami yang berjaan. Termasuk akan meningkatkan teknologi untuk program pelatihan dan pendampingan guna meningkatkan kapasitas nasabah," ujarnya.(ant)


0 Komentar