Rabu, 05 Juli 2017 17:49 WIB

Rabu Sore, IHSG BEI Ditutup Melemah 40 Poin

Editor : Hendrik Simorangkir
Ilustrasi

JAKARTA, Tigapilarnews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (5/7/2017), ditutup turun sebesar 40,31 poin seiring dengan penilaian sebagian investor bahwa harga saham suda over value.

IHSG BEI ditutup turun 40,31 poin atau 0,68 persen menjadi 5.825,05 poin. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak melemah 7,91 poin (0,80 persen) menjadi 979,46 poin.

Analis Reliance Securities, Lanjar Nafi mengatakan, IHSG yang sebelumnya sudah menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah memicu pelaku pasar mengambil posisi jual untuk ambil untung.

"Pada awal pekan lalu IHSG bergerak cukup optimis, situasi itu membuat beberapa saham over value. Investor asing pun kembali melakukan lepas saham," ujar Lanjar.

Berdasarkan data BEI, investor asing membukukan jual bersih atau "foreign net sell" sebesar Rp 436 88 triliun Selasa (4/7/2017). Senin (3/7/2017), investor asing membukukan beli bersih sebesar Rp 1,16 triliun.

Ia menambahkan, pembahasan paket kebijakan ke-15 mengenai peraturan larangan dan pembatasan atas impor atau ekspor, penyederhanaan tata niaga ekspor impor, dan INSW (Indonesia National Single Window) pada hari ini belum mampu menjadi sentimen positif yang menahan aksi jual investor.

Analis Indosurya Mandiri Sekuritas, William Surya Wijaya menjelaskan, IHSG sedang dalam fase konsolidasi pasca menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah di level 5.910 poin pada awal pekan ini, Senin (3/7/2017).

Ia optimistis, IHSG akan kembali bergerak menguat menyusul kuatnya fundamental perekonomian nasional, itu terlihat dari rilis data perekonomian yang telah dirilis diataranya data inflasi dan cadangan devisa Indonesia.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi pada Juni 2017 mencapai 0,69 persen. Dengan demikian laju inflasi tahun kalender Januari-Juni 2017 telah mencapai 2,38 persen dan inflasi dari tahun ke tahun (yoy) tercatat sebesar 4,37 persen. Sementara itu Bank Indonesia mencatat cadangan devisa per akhir Mei mencapai 124,95 miliar dolar AS.

William menambahkan, sentimen kinerja perusahaan tercatat atau emiten di BEI pada semester II tahun ini yang diproyeksikan mencatatkan pertubumbuhan juga turut menjadi faktor bagi IHSG untuk kembali menguat.

Sementara itu, tercatat frekuensi perdagangan pada hari ini mencapai 262.586 kali dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 8,165 miliar lembar saham senilai Rp 6,705 triliun. Sebanyak 135 saham naik, 184 saham menurun, dan 114 saham tidak bergerak nilainya atau stagnan.

Di bursa regional, indeks Nikkei bursa Tokyo naik 49,28 poin (0,25 persen) ke 20.081,63, indeks Hang Seng menguat 132,96 poin (0,52 persen) ke 25.521,97, dan Straits Times menguat 30,78 poin (0,96 persen) ke posisi 3.241,95.


0 Komentar