Rabu, 08 Maret 2017 11:17 WIB

Razia di Lapas Kedungpane, Polisi Temukan Alat Hisap Sabu

Editor : Sandi T
Alat hisap sabu. (ist)

SEMARANG, Tigapilarnews.com - Petugas gabungan mengamankan alat hisap sabu saat menggelar razia di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Kedungpane Semarang, Jawa Tengah, Rabu (8/3/2017) pagi.

"Di beberapa kamar ditemukan sejumlah pipet kaca bekas alat hisap sabu," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Krisno Siregar usai melakukan razia di lokasi.

Bahkan, petugas juga menemukan alat hisap yang diduga sebelumnya dipakai untuk menghisap sabu.

Selain alat hisap, petugas juga mengamankan 21 telepon seluler dan buku catatan saat penggeledahan.

Menurut Krisno, ponsel dan buku catatan itu diduga terkait dengan bisnis peredaran sabu.

"Buku catatan yang diduga untuk mencatat transaksi narkoba dan uangnya," katanya.

Dalam razia itu petugas juga mengecek urine para warga binaan.

Dari hasil pengecekan urine diketahui 25 napi positif mengandung amphetamine.

Bahkan, terdapat tiga napi yang diduga belum lama ini mengonsumsi sabu.

Sebelumnya, Petugas gabungan melakukan razia narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Kedungpane Semarang, Jawa Tengah, Rabu pagi.

Petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah, Badan Narkotika Nasional, Brimob, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Wilayah Jawa Tengah masuk untuk menggelar razia mulai pukul 05.30 WIB.

Petugas melakukan razia di tiga blok, Abimanyu, Janaka, dan Kresna.

Blok Abimanyu merupakan blok khusus untuk narapidana kasus penyalahgunaan narkotika.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Jawa Tengah Djoni Priyatno mengatakan razia ini dilakukan dengan sangat rahasia.

"Ini rahasia, kami pantau sejak semalam agar tidak bocor," katanya.

Bahkan, lanjut dia, satgas Keamanan dan Ketertiban juga tidak dilibatkan agar tidak bocor.

Ia meminta Kepala LP Kedungpane untuk menindaklanjuti seluruh temuan dalam razia ini nantinya.

"Napi yang terbukti terlibat akan ditindak, bisa dicabut hak-hak remisinya atau dipindah," katanya.

sumber: antara


0 Komentar