Rabu, 22 Februari 2017 21:41 WIB

Pengungsi Banjir Rawa Buaya Disebar di Beberapa Titik

Reporter : Ryan Suryadi Editor : Yusuf Ibrahim
Warga Rawa Buaya mengungsi. (foto Ryan Suryadi/Tigapilarnews.com)

JAKARTA, Tigapilarnews.com - Banjir yang terjadi di Rawa Buaya terjadi cukup parah.

Meskipun sudah mencapai hari kedua dan hujan tak lagi turun, namun banjir di wilayah belum surut. Hingga saat ini, genangan air masih tercatat di beberapa RT di RW 01 Rawa Buaya. 

Banjir terparah terjadi di RT 11 dengan ketinggian mencapai 1,2 meter. Sementara di beberapa tempat lainnya, seperti RT 04, 06, dan 02 banjir tergolong merata dengan ketinggian hampir 50 centimeter. 

Ketua RW 01, Sahroni, mengungkapkan banjir di kawasan ini membuat 216 jiwa warga mengungsi. Mereka kemudian ditempatkan di lima lokasi, yakni pos RW 01, minimarket di jalan raya rawa buaya, Musolah Al Ikhsan, Musolah Al Hidayat, dan pinggir jalan raya Daan Mogot. Dengan dapur umum dipusatkan di pos RW 01. 

‎"Karena tempat sempit akhirnya kami sebar di beberapa titik," tutur Sahroni, Rabu (22/02/2017).

Meski demikian, terhadap banjir di Rawa Buaya, Sahroni memprediski akan surut dalam waktu lama. Sebab, selain karena letaknya berbentuk mangkok, kondisi air kali mookevart juga lebih tinggi dibandingkan saluran di rumahnya. Hal ini membuat air rawa buaya tetap tergenang. 

Hingga saat ini bantuan terhadap pengungsi terus berdatangan. Tak hanya dari BPBD DKI, bantuan juga diberikan dari dompet dhuafa, Koramil cengkareng, dan beberapa instansi lainnya. 

Mereka memberikan beberapa pakaian bekas, makanan pokok, selimut, dan makanan. "Kalau soal cukup atau tidak kami belum bisa memastikan," ucapnya. 

Meski demikian, Sahroni menyatakan tidak semua warga ikut mengungsi. Beberapa di antara warga, terutama para pria dewasa memilih bertahan di rumahnya masing masing. Mereka menunggu air untuk surut dan menjaga barang barang berharga. 

"Bagi mereka kalo belum rumahnya kelelep belum disebut parah," jelas Sahroni.

Sementara itu, bantuan trauma healing juga diberikan kepada para pengungsi ‎oleh kepolisian dengan membawa petugas kesehatan, para pengungsi diberikan konsultasi gratis menyembuhkan traumanya. 

Aksi ini berlangsung cukup menarik. Beberapa warga tampak terhibur, terutama anak anak yang ceria setelah mendengar sejumlah cerita.(exe/ist)


0 Komentar