Kamis, 02 Februari 2017 16:36 WIB
Pegawai Perusahaan Otobus (PO) menolak penghapusan Terminal Grogol. (Foto: Rizky Adytia)
JAKARTA, Tigapilarnews.com - Penghapusan Terminal Grogol, Jakarta Barat, sebagai tempat pemberhentian bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) ditolak puluhan pegawai Perusahaan Otobus (PO).
Penghapusan tersebut dinilai tidak berdasarkan alasan yang mendasar, hal tersebut lantaran penutupan itu hanya dilakukan sepihak oleh Menteri Perhubungan DKI Jakarta.
"Ditutup dengan alasan yang tak jelas, hanya beralasan bus AKAP akan dipusatkan di Terminal Pulogebang," ujar Pembina Pengusaha Otobus DKI Jakarta, Agus salim, kepada wartawan, Kamis (2/1/2017).
Selain itu, lanjutnya, penghapusan Terminal Grogol dinilai sangat merugikan para pengusaha transportasi darat tersebut, bahkan para pedagang kecil yang berada disekitar kawasan Terminal Grogol.
"Jika penutupan ini tidak dicabut, maka akan terjadi pertambahan pengangguran di Jakarta," pungkasnya.
Sebagai informasi, sejumlah terminal kecil yang menerima pemberhentian bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) akan dihapus. Nantinya, pemberhentian bus-bus tersebut akan dipusatkan di terminal Pulogebang, Jakarta Timur.