Sabtu, 02 Juli 2016 17:00 WIB

Pemerintah Diminta Pastikan Ketersediaan Pasokan BBM dan Elpiji Saat Lebaran

Editor : Rajaman
JAKARTA, Tigapilarnews.com - Pemerintah diminta serius dalam menjaga pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM), mencegah pemadaman listrik dan menjamin ketersediaan elpiji sepanjang musim mudik Lebaran tahun ini.

Anggota Komisi VII DPR Rofi Munawar mengatakan, keyakinan pemerintah mampu menjaga pasokan komoditas energi harus diimbangi dengan pengawasan yang real time. "Harus diantisipasi mitigasi dini terhadap titik ekstrem permintaan dan strategi distribusinya,” ujar Rofi melalui keterangan tertulis, Sabtu (2/7/2016).

Rofi pun meminta pemerintah terus memperbaiki koordinasi antar instansi dalam mengantisipasi mudik Lebaran kali ini, mengingat lonjakan jumlah kendaraan mudik akan berdampak kepada peningkatan konsumsi BBM.

Selain itu, ia juga mengimbau Badan Pengatur Hilir Minyak Gas (BPH Migas) maupun Pertamina memastikan distribusi BBM terjaga di jalur mudik utama maupun alternatif.

"Biasanya saat bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri terjadi kelangkaan barang-barang kebutuhan pokok, termasuk LPG. Karenanya, secara faktual untuk membeli komoditas energi tersebut terjadi kenaikan harga yang sangat fantastis," tutur Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu.

Pertamina maupun Hiswana Migas, lanjut dia, harus memastikan kesiapan fasilitas pendukung Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Dibutuhkan kesiapan SPBU dalam sisi fasilitas pendukung seperti mushola, toilet, hingga tempat istirahat.

“Kesiapan pemerintah dalam mengantisipasi mudik bukan hanya sekadar bertumpu kepada aspek teknis, namun juga non teknis. Keseriusan dalam mempersiapkannya, menunjukan komitmen membantu pelayanan masyarakat," ujarnya.

Adapun Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Andy Noorsaman Sommeng mengatakan akan melakukan monitoring pemantauan penyediaan dan pendistribusian BBM untuk Pra Idul Fitri dilaksanakan pada tanggal 28-2 Juli 2016 dan pasca Idul Fitri tanggal 11-13 Juli 2016 di wilayah DKI, sepanjang Pantura, dan wilayah-wilayah lain seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.
0 Komentar