Senin, 18 Januari 2016 15:49 WIB

Cerita Korban Teror Thamrin : Duduk di cafe 5 menit, lalu Dhuaaar ledakan pertama terjadi.

Editor : Danang Fajar
Laporan : Danang

JAKARTA, Tigapilarnews -- Salah satu korban bom teror Thamrin, yang tengah di rawat di RS Medika Permata Hijau, Dwieky S Rhomdoni menceritakan bagaimana dirinya bisa menjadi korban ledakan teror tersebut.

Dwi menceritakan, awalnya dia dan beberapa orang rekannya yang bekerja sebagai Public Relationship di sebuag perusahaan ini mengadakan suatu pertemuan dengan kliennya di gerai coffe tersebut.

Sempat bertemu dengan kliennya dan berbincang sesaat, Dwi menjelaskan ledakan pertama terdengar dan menghempaskan dirinya dari tempat duduk.

"Lima menit duduk, tiba-tiba dhuaar ledakan pertama terjadi dan membuat saya jatuh dari tempat duduk dan terbentur meja," ujar Dwi saat berbincang dengan Tigapilarnews.com, Senin (17/1/2016).

[caption id="attachment_3048" align="alignleft" width="273"]Salah Satu korban teror Bom Thamrin, Dwieky S Rhomdony tengah di rawat di RS Medika Permata Hijau. (Foto : Riyan) Salah Satu korban teror Bom Thamrin, Dwieky S Rhomdony tengah di rawat di RS Medika Permata Hijau. (Foto : Riyan)[/caption]

Dia menjelaskan usai ledakan pertama itu, dirinya sempat kehilangan kesadaran. Dirinya bahkan sempat diam terkejut dengan apa yang baru saja dialaminya.

"Setelah itu ada ibu-ibu juga yang sudah terluka karena serpihan kaca, dan ada polisi yang terkena tembak dari perut tembus hingga ke punggung," ceritanya.
0 Komentar