Sabtu, 14 Desember 2019 21:46 WIB

Bhayangkara Utamakan Bangsa dan Negara

Editor : Eggi Paksha
Syukuran prestasi Bhayangkara Akademi Elite Pro. COO Bhayangkara FC, Sumardji, berdiri ketiga dari kanan, (foto Esa/Tigapilarnews.com)
JAKARTA, Tigapilarnews.com- Manajer merangkap Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC, Sumardji, menegaskan bahwa The Guardians merupakan klub yang tak akan berorientasi bisnis namun fokus pada proses pengembangan sepak bola demi kemajuan bangsa.
 
"Bhayangkara untuk negara bukan bisnis. Selain prestasi, juga yang lebih utama memberikan sumbangan bagi bangsa dan negara," ujarnya dalam acara syukuran prestasi Bhayangkara Akademi Elite Pro, di Kemenpora, Jumat.
 
Pernyataan Sumardji itu merespon keberhasilan produk akademi mereka mulai dari U-16, U-18, dan U-20 pada kompetisi akademi elit pro PSSI musim 2019.
 
Dalam kompetisi tersebut Bhayangkara U-16 berhasil finis di urutan kedua setelah kalah dari Persikabo di laga puncak. Prestasi lebih mentereng ditunjukkan akademi U-18 yang keluar sebagai juara, sementara U-20 masuk di empat besar.
 
Keberhasilan akademi ini menjadi titik awal Bhayangkara untuk terus menciptakan pemain-pemain berkualitas. Apalagi yang patut menjadi catatan, keberadaan mereka jauh lebih muda dibanding klub-klub elit Liga 1 Indonesia lainnya semacam Persib Bandung, Persija Jakarta, ataupun Persebaya Surabaya.
 
Satu hal yang menjadi catatan Sumardji, melahirkan pemain bertalenta adalah untuk bisa memberi sumbangan bagi tim nasional Indonesia sekaligus bela negara klub milik Korps Polri tersebut.
 
"Pemain-pemain kita harus punya jiwa nasionalis, patriot, dan tanggung jawab yang tinggi. Jika diperlukan negara mereka harus siap," kata dia.
 
"Tujuan Bhayangkara berbeda dengan klub-klub lain. Kita harus melahirkan dari yang muda, kalau bagus bagus, timnas silakan pakai," kata dia menambahkan.
 
Ia juga telah memiliki cetak biru, bahwa ke depan regenerasi Bhayangkara FC di Liga 1 tak akan terputus. Dalam satu musim kompetisi mesti ada empat sampai lima pemain yang bermain di tim senior Bhayangkara.
 
"Paling tidak dalam setahun ada empat sampai lima pemain yang bisa naik ke senior untuk tujuan pengembangan sepak bola yang lebih bagus. Karena kalau tidak ada pemain muda yang bagus kita (timnas) akan kerepotan," kata dia.(ist)

0 Komentar