Selasa, 22 Oktober 2019 12:28 WIB

Indonesia Hadapi Pelemahan Ekonomi Global

Editor : Eggi Paksha
Sri Mulyani. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Sri Mulyani masih menduduki posisi menteri keuangan (menkeu).

Kepastian ini dilontarkan Sri Mulyani usai bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana. Menurut Sri Mulyani, dalam pertemuannya dengan Jokowi, presiden berpesan ketahanan ekonomi di dalam negeri harus terus ditingkatkan, meningkatkan supply chain, membangun investasi, berbagai policy untuk mendorong penciptaan kesempatan pekerjaan dan mendorong UMKN, penciptaan lapangan kerja.

“Pak Presiden tadi meminta saya untuk menyampaikan kepada media bahwa Beliau menugaskan saya untuk tetap menjadi menteri keuangan. Dan menggunakna seluruh ekbiajakan fiscal di dalam membantu menteri terkait untuk tetap membangun ekonomi kita lebih baik,” katanya di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/10/2019).

Sri Mulyani mengaku diminta Presiden Jokowi untuk menggunakan seluruh kebijakan fiskal dalam membantu menteri-menteri terkait dalam mewujudkan ketahanan ekonomi. “Terutama bekerjasama dengan menko perekonomian, perindustrian, perdagangan, UMKM, dan menteri ekonomi lainnya untuk membangun ekonomi yang lebih baik,” ungkapnya.

Menurut Sri Mulyani, Indonesia saat ini menghadapi pelemahan ekonomi global. Perlu policy terus menerus agar keluar dari pelemahan dari ekonomi dunia.

Ia merasa terhormat kembali dipercaya Presiden untuk membantu di periode ini. Alasan dirinya menerima jabatan menkeu kembali karena perekonomian global yang dinamis dan adanya tantangan pelemahan dibutuhkan kebijakan yang berkelanjutan. “Saya pribadi ini merupakan kehormatan bisa melaksanakan tugas kembali sebagai menteri keuangan,” tandasnya.

Sri Mulyani atau yang akrab disapa sebagai Ani, lahir di Tanjung Karang(Bandar Lampung), 26 Agustus 1962. Ia merupakan perempuan sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia di tahun 2010-2016.

Sri Mulyani mendapatkan gelar dari Universitas Indonesia pada 1986. Ia kemudian memperoleh gelar Master dan Doctor di bidang ekonomi dari University Illinois at Urbana-Champaign pada 1992.

Berkat sepak terjang karir dan kepiawaiannya, Ani dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura. Pada 2008, ia terpilih sebagai perempuan paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008. Tahun sebelumnya, ia dinobatkan sebagai perempuan paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007.(ist)


0 Komentar