Senin, 14 Oktober 2019 17:57 WIB

MotoGP Butuh Bakat Baru

Editor : Eggi Paksha
Loris Capirossi. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Karier Valentino Rossi perlahan mulai meredup. Namun begitu, bukan berarti popularitasnya di ajang MotoGP tenggelam.

Buktinya, setiap balapan kelas elite, hampir seluruh tribun penuh dengan penggemar setianya. Tak sedikit dari mereka (penggemar) rela mengeluarkan biaya lebih hanya untuk merasakan sensasi balap Rossi di lintasan pacuan kuda besi. Artinya, meskipun The Doctor tidak bersinar seperti tahun 90-an, namun ia tetap menjadi idola di ajang MotoGP.

Hal inilah yang dirasakan Loris Capirossi selaku Safety Advisor MotoGP. Mantan juara dunia tiga kali itu mengatakan dalam beberapa musim terakhir mungkin penggemar jenuh dengan dominasi Marc Marquez.

Tidak adanya pembalap yang mampu mengalahkan kedigdayaan Marquez di lintasan balap membuat pembalap tim Repsol Honda tersebut tak terkalahkan. Tapi pagelaran MotoGP tetap menjadi tontonan yang menarik setiap akhir pekannya.

"Selalu ada evolusi terus menerus, minat media sosial dan televisi sangat banyak, tetapi juga penting untuk punya karakter dan sosok pembalap yang tepat. Rossi telah banyak membantu kami dalam beberapa tahun terakhir, ia adalah karakter yang hebat," puji Capirossi kepada La Gazzetta dello Sport, sebagaimana dimuat Sportal, Senin (14/10/2019).

Capirossi menambahkan saat ini Rossi sudah berusia 40, tapi dia masih belum menunjukkan balap pensiun. Hasratnya untuk memenangkan balapan justru semakin membara.

"Rossi masih punya banyak keinginan, ia masih berusaha untuk meningkat dan belum ada niat untuk pensiun dan ini positif. Bagaimanapun juga, pada saat yang sama kita perlu mencari bakat baru, pembalap muda, mungkin orang Italia untuk melanjuti apa yang telah dilakukan Rossi, bahkan jika itu tidak mudah," sambungnya.

Menemukan pembalap yang memiliki karisma dan keberanian seperti Rossi tak sekadar membalikkan telapak tangan. Butuh proses buat tim memantau potensi pembalap yang sekiranya mempunyai kemampuan yang mirip dengan juara dunia sembilan kali di empat kelas berbeda tersebut.(ist)


0 Komentar