Senin, 14 Oktober 2019 17:29 WIB

Penciptaan Lapangan Kerja oleh Pemerintah Dinilai Tak Berjalan

Editor : Eggi Paksha
Sandiaga Salahuddin Uno. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Mantan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno, tidak ingin menjadi menteri kabinet Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin.

Menurutnya, masukan dari luar pemerintahan sangat dibutuhkan. "Saya meyakini, masih sangat dibutuhkan masukan dari luar pemerintahan, mitra yang kritis konstruktif. Menyampaikan pesan-pesan yang jelas demi kemajuan bangsa kita agar Indonesia bisa mengejar ketertinggalan," ujar Sandi di Rumahnya, Jalan Pulobangkeng, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (14/10/2019).

Sandi pun menyinggung banyaknya jumlah pengangguran di Indonesia, bahkan menempati nomor dua terburuk di ASEAN. Menurut dia, penciptaan lapangan kerja oleh pemerintah tidak berjalan.

Sedangkan Vietnam kata dia, meraup untung dari perang dagang antara China dengan Amerika Serikat. "Saya bersedia untuk memberikan masukan dari luar pemerintahan menyampaikan hal-hal yang seperti pil pahit," jelasnya.

"Karena kalau sudah di dalam pemerintahan itu nanti dikhawatirkan semuanya kan asal bapak senang. Ini yang harus kita sampaikan dalam spirit kebersamaan ini masukan-masukan ini harus kita sampaikan juga," sambungnya.

Lagipula, dia mengaku belum ada yang menawarkan menteri kepadanya. "Belum ada pembicaraan, jadi kita terlalu jauh berbicara mengenai posisi dan yang lain sebagainya, kita bicara bangsa dulu," tutur mantan petinggi Partai Gerindra ini.

Kendati demikian, diakuinya urusan kabinet merupakan hak prerogatif Presiden. "Saya ini lagi jeda politik. Jadi ini teman-teman saja yang di media ini yang banyak memberitakan, saya banyak travel, terakhir baru pulang dari Korea," kata mantan wakil gubernur DKI Jakarta ini.(ist)

0 Komentar