Rabu, 09 Oktober 2019 12:30 WIB

Timnas Inggris Keluarkan Ancaman Serius Terkait Pelecehan Rasis

Editor : Eggi Paksha
Tammy Abraham. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Timnas Inggris mengeluarkan ancaman serius terkait dengan seringnya mendapatkan pelecehan rasis.

Anak asuh Gareth Southgate sepakat akan keluar lapangan jika masih menerima perilaku tidak menyenangkan dalam pertandingan internasional.

Inggris akhir pekan ini akan melakoni kualifikasi Piala Eropa 2020. Sabtu (12/10/2019) dinihari nanti, Inggris akan dijamu Rep. Ceko. Selanjutnya bentrok dengan Bulgaria pada Selasa (15/10/2019) dinihari. Nah, melawan Bulgaria ini Inggris mendapatkan pengalaman tidak mengenakan pada Juni lalu. Ketika itu sejumlah pemain Inggris mendapatkan pelecehan berbau rasis.

Salah satu pemain muda Tiga Singa, Tammy Abraham mengatakan kalau hal itu sampai terjadi lagi dan diarahkan pada seorang pemain, maka pemain lainnya akan bersikap.

"Harry Kane (kapten tim) bahkan mengatakan bahwa jika kami tidak bahagia, jika seorang pemain tidak bahagia, kami semua keluar dari lapangan bersama-sama," kata Abraham dilansir SkySports, Rabu (9/10/2019).

Akibat tindakan pendukung Bulgaria pada pemain Inggris, UEFA memerintahkan agar pertandingan di Grup A ketika Bulgaria jadi tuan rumah dinyatakan tertutup. Sikap rasis pendukung di negara tersebut bukan hanya terjadi di level timnas. Agustus lalu, UEFA pun memberikan hukuman dengan alasan yang sama pada pendukung PFC Levski Sofia dan PFC Lokomotiv Plovdiv.

Sikap yang akan ditunjukkan pemain Inggris ini sebenarnya diatur dalam protokal UEFA. Pemain boleh keluar lapangan jika peringatan di dalam stadion tak diindahkan pendukung.


"Kami memang berbicara tentang itu (protokol). Harry Kane mengajukan pertanyaan melalui protokol UEFA, kalau kami memutuskan bahwa menghentikan permainan, tidak peduli berapa skor pertandingan, kalau kami tidak senang dengan itu, sebagai tim kami akan memutuskan apakah tetap di lapangan atau tidak," papar Abraham.

"Kalau itu terjadi dan katakanlah ada peringatan atau apa pun di stadion, maka itu terjadi lagi, kami harus membuat keputusan sebagai tim dan dengan staf," sambung pemain Chelsea itu.(ist)


0 Komentar