Jumat, 23 Agustus 2019 11:12 WIB

Khofifah Parawansa Dorong Ekonomi Pesantren

Editor : Eggi Paksha
Khofifah Indar Parawansa. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, meresmikan One Pesantren One Product (OPOP) Training Center di Universitas NU Surabaya (Unusa), Kamis (22/8/2019). 

OPOP Training Center ini menjadi tempat research and development (RnD) produk unggulan pondok pesantren Jatim makin bermutu dan pemasarannya bisa ke skala pasar yang lebih luas.

Kini, sebanyak 30 pesantren dengan beragam produk akan diberi pendampingan untuk menjadi pilot project pelaksanaan program OPOP.

"Pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren merupakan gagasan para pendiri NU sejak lama. Setelah diskusi dengan tim akhirnya dikemas dalam terminologi yang lebih populis yaitu OPOP (One Pesantren One Product)," kata Khofifah.

Menurut orang nomor satu di Jatim tersebut, ada tiga pilar OPOP. Pertama menyasar santripreneur untuk menciptakan wirausaha baru dikalangan siswa Aliyah, SMA, SMK, mahasiswa dan santri lainnya yang ada di lingkungan pesantren. Kedua adalah pesantrenpreneur yang merupakan peningkatan kualitas dan pemasaran produk melalui penguatan koperasi pesantren.

"Ketiga adalah sociopreneur yang tak lain upaya menumbuhkan wirausaha baru dari kalangan alumni pesantren yang melibatkan masyarakat sekitar pesantren," kata dia.

Khofifah melihat potensi pesantren yang luar biasa. Ada 6.000 lebih pesantren di Jatim. Pesantren Sidogiri bahkan sudah menunjukkannya dengan membangun jejaring lewat retail dan perbankan syariahnya. 

Di pesantren lain, kata dia, sebenarnya sudah mempunyai produk, bahkan animasi, film dan digital IT lainnya. "Khusus komoditas pertanian dan handicraft mereka butuh pendampingan bagaimana quality control yang baik, quantity yang mencukupi dan continuity yang bisa terjaga. Sehingga ketika ada permintaan dalam jumlah besar mereka siap," kata Khofifah. 

Sementara itu, Profesor M Nuh yang merupakan koordinator untuk OPOP Training Center ini mengatakan kini sudah ditunjuk 30 pesantren dari seluruh wilayah Jatim untuk didampingi di OPOP Training Center. 

Mereka adalah pesantren yang para santrinya sudah memiliki embrio produk. Mulai produk bidang fashion, makanan, bahan olahan, dan juga misalnya yang software dan juga start up. 

"Kami akan petakan berdasarkan produknya. Mereka akan dikelompokkan berdasarkan kecocokannya dan diberi pelatihan dan pendampingan. Karena kan teknik pengembangannya nggak bisa dipukul rata," kata M Nuh yang juga mantan Menteri Pendidikan ini.(ist)


0 Komentar