Jumat, 09 Agustus 2019 12:48 WIB

Tim IJSL Cipta Cendikia Bidik Sejumlah Misi di Gothia Cup 2019

Editor : Eggi Paksha
Tim IJSL Cipta Cendikia. (foto Esa/Tigapilarnews.com)
JAKARTA, Tigapilarnews,com- Kemampuan para pemain tim Indonesia Junior Soccer League (IJSL) Cipta Cendikia mencuri perhatian dan decak kagum.
 
Kini, sebanyak 13 pemain hasil seleksi kompetisi IJSL 2019, siap bersaing di Gothia Cup, China, di kelompok usia 12. Tahun lalu, gelar juara mampu dibawa pulang. Tak ayal, target mempertahan gelar kini tengah diusung.
 
“Kesempatan ini kami berikan supaya para pemin mampu mengembangkan kemampuannya dan mendapatkan pengalaman penting. Sebab, bukan tidak mungkin mereka natinya akan menjadi andalan di Timnas Indonesia pada masa depan. Hal tersebut terbuka lebar asalnya mereka mau terus berlatih dan bekerja keras,” terang pembina IJSL Cipta Cendikia, Syamsu Djalal.
 
“Dengan melihat banyak pemain internasional, otomatis akan menularkan kemampuannya pada pemain kita. Peserta yang terseleksi ini telah mendapatkan bimbingan dari pelatih-pelatih profesional,” imbuhnya.
 
Kemudian ditambahkan Bob Hippy, yang juga pembina IJSL Cipta Cendikia, keberangkatan tim ini diharapkan agar para pemain dapat belajar lebih jauh tentang membangun kekompakan dan sekaligus menimba pengalaman setelah bertanding dengan tim dari negara-negara lain di turnamen ini.
 
“Kesempatan dan pengalaman belajar harus seluas-luasnya, para pemain juga harus mempersiapkan diri dengan belajar secara langsung dengan melihat sendiri dan mengalami sendiri. Sekarang Indonesia harus menyiapkan generasi muda dengan pemain-pemain mudanya untuk menuju olimpiade dan Piala Dunia,” kata Bob Hippy.
 
Indonesia, ditambahkannya lagi, selama ini sudah banyak mengikuti event-event berskala dunia. Pengembangan sepak bola Indonesia terus berkembang dan akan terus dilakukan untuk mencari pemain-pemain muda potensial.
 
“Kita akan terus mencari pemain yang terbaik dari yang baik ini. Dari usia dini kita harus siapkan generasi menjadi pemain sepak bola berkualitas. Kualitas itu salah satunya juga meningkatkan kematangan anak-anak usia muda dalam kompetisi. Kalau sering melakukan kompetisi di dalam negeri, tentu sudah sering bertemu karakteristik yang nyaris sama,” tuturnya lagi.
 
Dilanjutkannya,  dengan adanya kompetisi ke internasional event seperti yang dilakukan IJSL Cipta Cendikia ke China, maka akan bertemu negara lain. “Dengan demikian anak-anak akan banyak belajar bagaimana karakteristik permainan lawan, bagaimana cara membangun tim yang bagus, bagaimana kebersamaan sebuah tim yang bagus, disitulah tempat pembelajaran yang efektif,” ujarnya. 
 
Hal senada disampaikan Hendra Harsono, selaku Ketua IJSL, yakni supaya kualitas pemain muda kita semakin baik, maka di antaranya harus dikirim  ke luar negeri. Apalagi, dalam pandangannya, kemampuan bermain seorang pesepakbola tak hanya dibentuk instan atau selama beberapa bulan.
 
“Kemampuan mereka dibentuk dari serangkaian latihan keras dan pengalaman bertanding selama bertahun-tahun. Proses panjang inilah, yang pada akhirnya membentuk seorang pemain menjadi pemain berkualitas, dengan level konsistensi relatif awet tidak instan. Ibarat buah, mereka matang secara alami, bukan hasil karbit, karena melewati proses yang semestinya,” pungkasnya.
 
Sebagai catatan, IJSL Cipta Cendekia berhasil menjuarai Gothia Cup China 2018 setelah mengalahkan wakil Korea Selatan A One FC dengan skor 4-2 di Lapangan Tian He, Qingdao, Sabtu (18/8). Ji Dabin menjadi pahlawan bagi tim racikan Asep Padian itu setelah mencetak dua gol. Dua gol lainnya disumbangkan oleh Ashari dan David Villa. 
 
Gelar semakin sempurna karena IJSL juga menempatkan Fazri Arisandi sebagai pemain terbaik. IJSL sendiri berisi pemain hasil seleksi tim T-Eleven, mantan penggawa timnas Dede Sulaiman, dan Berthi Tutuarima. Dalam event itu, IJSL mengirim 16 pemain terbaik kategori U-12 di bawah racikan Asep dan Direktur Kompetisi Dede Supriyadi.(exe)

0 Komentar