Minggu, 04 Agustus 2019 13:41 WIB

Gubernur Jatim Bidik Investor Tingkatkan Kualitas Bawang Putih Lokal

Editor : Eggi Paksha
Petani panen bawang putih. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Hampir 95 persen kebutuhan bawang putih di Jatim, dipenuhi impor dari China.

Kebutuhan bawang putih di Jatim sendiri mencapai sebanyak 56.580 ton per tahun. Dari total kebutuhan bawang putih di Jatim tersebut, produksi bawang putih lokal hanya mampu memasok sebanyak 3.040 ton per tahun. 

Padahal potensi sektor pertanian Jatim besar dan melimpah. Karena itu, Pemprov Jatim bersama Pusat Inkubasi Bisnis Syariah Majelis Ulama Indonesia (Pinbas-MUI) Jatim, gencar menggalakkan menanam bawang putih guna menuju swasembada bawang putih.

Setelah tiga bulan masa tanam di sejumlah daerah, hasil panen perdana bawang putih akhirnya berhasil dilakukan di Desa Sempol, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Sabtu (3/8/2019). 

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa hadir khusus menyaksikan hasil panen perdana bawang putih yang ditanam di 41 hektar lahan Perhutani tersebut.

Meski kualitas bawang putih lokal ini masih butuh dilakukan peningkatan, orang nomor satu di Jatim itu optimistis bahwa ini akan menjadi awal kesuksesan swasembada bawang putih Jatim ke depan.

"Keputusan Menteri Pertanian, mewajibkan bagi siapa yang mengimpor bawang putih maka harus diikuti dengan menanam 5 persen. Mungkin tidak semua punya lahan, tidak semua mempunyai kemampuan menanam, maka melalui Pinbas MUI Jati. menginisiasi bahwa kita sangat memungkinkan untuk swasembada bawang putih," katanya.

Dalam penanaman bawang putih yang dipanen Pinbas MUI Jatim itu, sudah bekerja sama dengan Perhutani Divre Jatinlm. Lahannya mendapat support dari Perhutani, sedangkan untuk yang menanam bawang putihnya dilibatkan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

"Kalau kita bisa mendapat bibit yang baik, teknologi yang sesuai dengan topografi tanah, dan ada pendampingan sejak mulai penanaman, maka bukan  tidak mungkin kita bisa swasembada bawang putih ke depannya," tegas Khofifah. 

Di hasil panen perdana ini, diakui Khofifah secara kualitas bawang putihnya belum sebaik bawang putih yang biasa diimpor dari China. Untuk itu dibutuhkan adanya peningkatan kualitas dengan sentuhan teknologi pertanian dan bibit yang unggul. 

"Hari ini sedang ada  calon investor yang akan berinvestasi di sektor hortikultura, mereka sudah keliling Jawa Timur tiga hari ini, saya sudah WA (whatsapp) beliau dan mengirimkan foto-foto bawang putih lokal kita," kata Khofifah.

Meski kurang bisa bersaing lantaran ukurannya yang masih terlalu kecil, Khofifah mengatakan bahwa bawang putih jenis ini masih akan laku jika dijual untuk bahan obat-obatan. Atau paling tidak mencukupi kebutuhan bawang putih lokal. 

Karenanya, dia menugasi langsung pejabat Pemprov Jatim untuk membawakan bawang putih Bondowoso ini pada calon investor  tersebut. 

Dengan begitu ia berharap akan ada teknologi pertanian yang diterapkan untuk peningkatan kualitas bawang putih lokal Jatim. "Bibit, teknologi, pendampingan. Tiga hal ini harus ada dalam mengintervensi sektor pertanian kita. Bibitnya kita siapkan, teknologinya kita bantu, dan pendampingannya kita lakukan," ucap Khofifah. 

Sementara itu Ketua Pinbas-MUI Jatim, Wahid Wahyudi mengatakan panen perdana bawang putih ini adalah hasil budidaya Pinbas-MUI Jatim. Ini adalah bukti nyata bahwa kini MUI bukan hanya berurusan dengan fatwa dan akhlaq. Melainkan juga mengembangkan sayap di sektor ekonomi riil. 

"Kebutuhan bawang putih Jatim per tahun sekitar 56.580. sedangkan kemampuan produksi bawang putih Jawa Timur hanya 3.040 ton saja. Sehingga 94.4 persennya diimpor dari luar negeri, terbanyak dari China," tegas Wahid. 

Bawang putih impor secara fisik butirannya lebih besar. Harganya lebih murah, senilai Rp22.000 per kilogramnya. Sedangkan bawang putih lokal dengan kualitas yang diketahui, harganya Rp50.000 perkilogramnya.

"Dari segi bisnis memang kalah. Tapi sekarang ada kewajiban bagi pengimpor bawang putih untuk menanam 5 persen dari jumlah bawang putih yang diimpor," katanya.(ist)


0 Komentar