Minggu, 04 Agustus 2019 00:36 WIB

Anies Diingatkan Tak Perlu Berkeluh Kesah

Editor : Eggi Paksha
Pemulung. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Polemik pengelolan sampah di Ibu Kota Jakarta hingga kini masih bergulir.

Bahkan, mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat angkat bicara. Djarot mengatakan, saat dirinya memimpin DKI Jakarta pengelolaan sampah di ibu kota sudah dikerjakan. Bahkan, dia meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk membuka data tersebut.

"Nanti dibuka dokumennya," ujar Djarot di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat Sabtu (3/8/2019).

Djarot mengatakan, pada masa pemerintahanya dan saat dirinya menjadi Wagub DKI mendamping Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mereka sudah gencar mencanakan berbagai pengelolaan sampah Ibu Kota. Dajrot menggaris bawahi ITF di Sunter Jakarta Pusat yang saat ini sedang dieksekusi Anies Baswedan adalah gagasan yang lahir pada era kepemimpinan Ahok.

"Kita membangun ITF yang di Sunter sudah di zaman Pak Ahok dan zaman saya sudah ditetapkan. Tapi eksekusinya masih belum, sudah kita tetapkan, sudah kita dorong betul mengelola sampah masyarakat dan pelarangan untuk pelarangan penggunaan sampah plastik itu sudah kita mulai," katanya.

Djarot menyatakan, seharusnya Anies tidak mengungkit kepemimpinan Gubernur DKI sebelumnya. Jika ada kekurangan di masa kepemimpinan sebelum Anies, maka tugasnya adalah menyempurnakan kebijakan yang lalu.

"Artinya begini mari kita mulai. Tantangan kedepan kita selesaikan kalau dimasa lalu ada kekurangan ya tugas kita tanpa berkeluh kesah," kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi kritik yang dilontarkan nggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus terkait Jakarta yang belum bisa mengelola sampah walaupun memiliki anggaran yang cukup besar, yakni Rp3,7 triliun. Dalam tanggapannya itu, Anies mengatakan, belum ada pengelolaan sampah sebelum dirinya memimpin ibu kota. 

"Sebetulnya Beliau, Bapak Bestari itu menceritakan pengolahan sampah selama ini (dulu). Saya sedang merubah. Sebelum saya bertugas, tidak ada pengelolaan ITF (Intermediate Treatment Facility atau Fasilitas Pengolahan Sampah di dalam kota). Kemudian saat ini di Bantar Gebang sudah ada pengolahan sampah menjadi enegi," ujar Anies di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu 31 Juli 2019.(ist)


0 Komentar