Minggu, 04 Agustus 2019 00:08 WIB

Palembang Gaungkan Kembali Permainan Tradisional di Era Gadged Minded Lewat Gowes 2019

Editor : Eggi Paksha
Ahmad Zazuli (tengah) di pelataran BKB. (foto Esa/Tigapilarnews.com)
PALEMBANG, Tigapilarnews.com- Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), bakal menggelar Gowes Nusantara 2019, Minggu (04/08/2019) pagi.
 
Lokasi tepatnya, dipilih di dekat bangunan Keraton Benteng Kuto Besak yang bersejarah. Dari sana, para peserta bisa melihat indahnya Sungai Musi dan Jembatan Ampera, sebagai salah satu landmark kota yang menawan, menarik dan bersejarah. 
 
Kalau mau berkeliling sambil jalan kaki, ada juga yang bisa dinikmati, yakni Kapal Restoran Terapung, Tugu Iwak Belido, Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) di mana kita bisa naik dan berfoto melihat Palembang dari atas monumen, dan Museum Sultan Mahmud Badaruddin.
 
Lokasi pelataran Benteng Kuto Besak tersebut, rupanya menjadi salah satu tempat nongkrong favorit bagi masyarakat sekitar atau pun pengunjung. Saat malam tiba, kawasan BKB- sebutan lain Benteng Kuto Besak- dipenuhi oleh pedagang pasar malam yang menjajakan dagangannya.
 
Alhasil bisa berburu kuliner khas, berupa pempek atau pun aneka jenis jajanan kaki lima lainnya yang tidak kalah lezat. Kesempatan menyelenggarakan Gowes tersebut, di antaranya bakal digunakan untuk menekankan pentingnya permainan tradisional guna meningkatkan karakter dan kreativitas anak dalam era digital.
 
Untuk itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kota Palembang, Ahmad Zazuli, mendorong agar permainan-permainan tradisional bisa terus dilestarikan.
 
“Kearifan lokal harus kita jaga terutama di tengah gadged minded. Baik itu bentuknya budaya, permainan atau olahraganya, akan kita tampilkan. Untuk itu, kami akan menampiknya sejumlah pertunjukan olahraga dan budaya lokal yang nanti diperlihatkan anak-anak SD atau SMP,” katanya usai makan malam di atas Kapal Restoran Terapung, Sabtu (03/08/2019).
 
Image gallery
 Ahmad Zazuli bersama keluarga dan rombongan Kemenpora.
 
Sedangkan terkait jumlah peserta, sejauh ini sudah mencapai 3400. Tidak hanya dari Palembang, melainkan di antaranya dari Prabumuli dan Musi Banyuasin (Muba).
 
“Jika tidak kita batasi, jumlahnya bisa mencapai 5000-an. Ada 170 komunitas sepeda yang akan berpartisipasi, dan rutenya sekitar 22 kilometer yang melalui Jembatan Musi IV yang diresmikan Presiden Jokowi dan Sungai Musi,” imbuhnya usai  melantuhkan “Soldier of Fortune” dari Deep Purple dan lagu Manado “Balada Pelaut “ di Kapal Restoran Terapung.
 
Lebih jauh dikatakannya lagi, mempersiapkan sangat serius gelaran yang diprakarsai Kemenpora tersebut. Alhasil, ini menjadi kali ketiga Palembang mendapatkan kepercayaan dari Menpora Imam Nahrawi.
 
“Lokasi ini juga istimewa karena titik nol Palembang atau nol kilometer Palembang. Setiap tahun, jumlah peserta terus meningkat dan rutenya juga kami tambah mengikuti perkembangan kota ini. Kalau tahun depan masih ada, kami akan membuatnya lebih baik lagi,” pungkasnya.
 
Image gallery
 
Sementara itu, Kota Padang, Sumatera Barat, menjadi penanda dimulainya Gowes Nusantara 2019 atau pada 31 Maret.
Program yang bertujuan mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga ini akan dilaksanakan di 50 titik Kabupaten/Kota yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia.
 
Puncak Gowes Nusantara 2019 sendiri rencananya akan dilaksanakan pada September 2019 mendatang, saat perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) pada 9 September.
 
Program ini diharapkan bisa menjadi stimulus yang mampu membangun kesadaran tiap individu untuk berolahraga.
Kondisi tersebut secara otomatis akan meningkatkan angka kesehatan dan kebugaran. Tren ini begitu terlihat selama dua tahun terakhir, di mana karakter serta partisipasi masyarakat berolahraga terus menanjak.
 
Aktivitas berolahraga menjadi hal penting untuk seorang individu menjadi lebih sehat dan bugar, karena olahraga menempati urutan teratas dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, obesitas hingga stroke. Apapun olahraganya dan sesuai dengan porsinya, akan membuat aktivitas yang dilakukan sehari-sehari bisa berjalan dengan lancar.
 
Pelaksanaan kegiatan Gowes Nusantara 2019 juga menjaga ketahanan keluarga salah satunya melalui olahraga dengan melakukan gaya hidup sehat serta menjauhkan diri dari bahaya narkoba.
 
Di sisi lain, seperti tahun-tahun sebelumnya, Jelajah Sepeda Nusantara kembali hadir sebagai rangkaian dari Gowes Nusantara 2019.
Dimulai dari daerah paling ujung di Timur Indonesia (Papua) mulai dari Merauke, Jayapura, Papua Barat, Maluku Utara, Maluku, Nusa Tenggara Timur, rombongan yang terdiri dari 15 pesepeda itu akan menyusuri jalanan Indonesia, mengayuh sepedanya sejauh 5.000 Km yang akan berakhir di Mataram (Nusa Tenggara Barat).(ist)

0 Komentar