Jumat, 26 Juli 2019 20:13 WIB

Drone Tanam Padi PT Jakarta General Kontraktor Bantu Efisien Waktu dan Tingkatkan Produktifitas

Editor : Eggi Paksha
Apep bersama Suhardi sedang memperagakan cara kerja drone. (foto Esa/Tigapilarnews.com)
JAKARTA, Tigapilarnews.com- Bertani kini menjadi menjadi lebih mudah dan produktif. Hal tersebut karena teknologi yang diterapkan dalam mentransformasi pertanian tradisional menuju pertanian modern. 
 
Selain itu, sekaligus jawaban atas pesatnya modernisasi yang bisa memenuhi kebutuhan, munculah alat dan mesin (Alsintan) pertanian seperti autonomous tractor, drone sebar benih, drone sebar pupuk granule, alsin panen olah tanah terintegrasi dan penggunaan obot tanam.
 
"Drone menanam padi ini harganya sekitar Rp250 juta, bisa membantu petani melebihi target. Dengan demikian,  gudang beras bisa penuh, harga stabil dan bahkan ekspor meningkat tajam. Drone sudah sarat teknologi mutakhir, tahan terhadap segala cuaca, dilengkapi kamera dan sensor serta kelebihan lainnya,” terang Apep Agustiawan, Direktur Utama PT Jakarta General Kontraktor (PT JGK), mempromosikan drone menanam padi.
 
Image gallery
Apep (kiri) di antaranya bersama Agum Gumelar (ketiga dari kanan) selaku Wantimpres Joko Widodo. (foto Apep)
 
Untuk melihat langsung dan mendapatkan informasi lengkap, disarankan merapat ke Muara Experimental Farm, Jln. Kapten No.12, Pasir Jaya, Kecamatan, Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, 16119 dan telepon (0251) 8350713.
 
Era revolusi industri yang ke-empat ini atau biasa disebut juga Industri 4.0 ditandai dengan penggunaan mesin-mesin otomatis yang terintegrasi dengan jaringan internet. Dan sektor pertanian juga perlu beradaptasi dengan teknologi 4.0 untuk menjawab tantangan ke depan. Tanpa teknologi, pertanian tak mungkin bisa mencukupi kebutuhan penduduk yang terus bertambah.
 
Diceritakan Apep- sapaan Apep Agustiawan- penggunaan digitalisasi adalah jalan menuju peningkatan produktifitas, termasuk persaingan antarnegara di dunia.
 
"Tidak mungkin kita bisa bersaing dengan negara lain tanpa menggunakan pertanian modern. Harga drone ini murah, datang tepat waktu dan penggunaannya tidak sulit,” imbuh Apep yang didmaingi manager drone DJI PT JGK, Suhardi.
 
Image gallery
Apep mengangkat drone. (foto Esa)
 
 
Masih dikatakannya, dengan inovasi ini juga bisa dilakukan dan didorong lebih banyak lagi penggunaan alsintan ke seluruh Indonesia. Sehingga, petani di pelosok desa tidak perlu menanam padi dengan cara lama yang masih tradisional.
 
"Setiap informasi atau keterangan lengkap, bisa dijelaskan Suhardi. Menanam padi menggunakan drone juga bisa menghemat biaya secara signifikan, efisiensi, sangat menghemat waktu, tenaga dan biaya produksi. Metode ini mampu meningkatkan produktivitas,  lalu secara finansial, pola ini juga bisa meningkatkan pendapatan petani,” sambungnya.
 
Adanya hal ini, diharapkan Apep, juga mampu mengembalikan daya tarik anak muda untuk terjun langsung ke pertanian. Kemudian yang tak kalah penting mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat yang menggunakannya.(exe)

0 Komentar