Jumat, 19 Juli 2019 18:57 WIB

BPRD DKI Buru Mobil Mewah

Editor : Eggi Paksha
Ilustrasi. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menggencarkan penahihan pajak, salah satunya pajak mobil mewah.

Petugas Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) tengah menyisir jalanan Ibu Kota guna memburu mobil mewah penunggak pajak. 

“Semua wilayah sudah diminta untuk melakukan penagihan pajak,” ujar Kepala BPRD DKI Jakarta Faisal Syafruddin, ketika dihubungi, Jumat (19/7/2019). 

Perburuan mobil mewah merupakan salah satu upaya BPRD dalam menggenjot pendapatan pajak tahun ini. Selain pajak mobil mewah, BPRD tengah menggenjot Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta pajak reklame.

Faisal mencatat, sejauh ini pendapatan pajak daerah baru terkumpul Rp16,8 triliun atau 38,2 persen dari target Rp44,1 triliun. Tahun ini target penerimaan pajak meningkat dibanding tahun yang hanya Rp38,1 triliun.

Adapun sumber pendapatan pajak yang telah terkumpul hingga akhir Juni 2019, di antaranya Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB) sebesar Rp613 miliar, Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan Perkotaan (PBB-PP) Rp816,5 miliar, dan pajak reklame Rp469 miliar. 

Dengan hanya menyisahkan waktu lima bulan lagi, pihaknya akan terus mengejar wajib pajak agar membayar kewajibannya. Ia merinci, target penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahun 2019 sebesar Rp8,8 triliun, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) Rp5,4 triliun, PBB-KB Rp1,2 triliun, PBB-PP Rp 9,6 triliun, dan pajak reklame Rp1 triliun. “Kami optimistis masih bisa menyelesaikan sesuai target,” tuturnya. 

Sementara itu, Kepala Unit Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Jakarta Barat, Eling Hartono, mengatakan, hingga 30 Juni 2019, pendapatan PKB dan BBN-KB Jakarta Barat sudah mencapai Rp1,6 triliun atau 51,81 persen dari target Rp3,1 triliun. 

Rinciannya, PKB sebesar Rp1,02 triliun atau 52,28 persen dari target Rp1,9 triliun, dan BBN-KB sebesar Rp597 miliar atau 51,02 persen dari target Rp1,1 triliun. 

Demi menggenjot pendapatan pajak, pihaknya telah melakukan sosialisasi ke sejumlah titik, di antaranya pusat perbelanjaan, gedung swasta, hingga jalanan. “Kami juga bekerja sama dengan polisi merazia serta mendatangi pusat keramaian, seperti CFD,” pungkasnya.(ist)


0 Komentar