Senin, 24 Juni 2019 14:58 WIB

Petani Harap Ada Pemberantasan Tikus Secara Massal

Editor : Eggi Paksha
Membasmi hama tikus. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Memasuki musim kemarau, puluhan hektare tanaman padi di Gringsing, Kabupaten Batang rusak diserang hama tikus.

Sawah di tiga desa ini sudah tiga kali ini gagal panen lantaran diserang tikus. Belum ada upaya pemberantasan tikus secara massal guna mengurangi dampak luasan serangan hama tikus tersebut.


Tanaman yang seharusnya sudah mulai mengeluarkan bulir padi, tidak bisa berkembang karena rusak diserang tikus yang terus menggerogoti dedaunan hingga ke pangkal batang. Jikapun ada yang masih bisa tumbuh, namun daunnya menguning kering dan mati, sehingga tanaman padi tak sampai berbuah.

Para petani hanya bisa pasrah dan membersihkan tanaman sisa yang dimakan oleh tikus. Sudah ke tiga kali ini pertanian di wilayah ini tengah diserang oleh hama tikus," terang Daryanto, salah seorang petani.

Sudah berbagai cara ditempuh petani dalam rangka membasmi sarang tikus, namun belum efektif. Khusus di area lahan pertanian padi di sebelah selatan jalan tol ruas Batang-Semarang yang berada di sekitar Desa Kutosari, Gringsing dan Lebo, Kecamatan Gringsing sedikitanya ada 35 hektare lahan gagal panen dua kali.

Para petani yang mengalami gagal panen tersebut mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Kendati demikian, dari pihak-pihak terkait seperti petugas dinas pertanian Pemkab Batang belum melihat secara langsung kondisi pertanian di wilayah tersebut. Petani berharap ada upaya pemberantasan tikus secara massal.(exe)


0 Komentar