Kamis, 20 Juni 2019 15:37 WIB

Pesawat Tempur Siluman Israel Lakukan Debut

Editor : Eggi Paksha
Jet tempur siluman F-35. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Israel menggelar latihan perang terbesar dengan melibatkan jet tempur siluman F-35 untuk pertama kalinya.

Latihan yang mensimulasikan perang dengan musuh itu digelar di saat ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) sedang memanas.

Manuver akbar militer Zionis ini akan berlangsung selama empat hari. Ribuan pasukan Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara dikerahkan. Selain itu kontingen drone dan sistem pertahanan rudal ikut dilibatkan.

Seorang pejabat militer setempat membenarkan bahwa pesawat tempur siluman F-35A Israel melakukan debutnya. Armada F-35 Israel terdiri dari 14 unit.

Musuh yang dimaksud dalam latihan perang terbesar ini tidak disebutkan, namun laporan Angkatan Pertahanan Israel (IDF) menggambarkannya sebagai "musuh yang berpikir, menantang dan responsif dengan teknologi dan kemampuan di luar arena pada saat ini."

IDF membantah latihan itu ada hubungannya dengan ketegangan saat ini antara AS dan Iran. IDF mengklaim latihan telah direncanakan jauh sebelumnya dan fokus pada ancaman yang datang dari wilayah utara, yakni Hizbullah Lebanon.

IDF menjalankan latihan ofensif dan defensif yang mensimulasikan konflik dengan Hizbullah dan pertempuran di Gaza dan Suriah, yang keduanya sering menjadi sasaran pengeboman dalam beberapa bulan terakhir. Mereka juga menjalankan simulasi pengeboman roket Israel yang kuat, serta skenario di mana musuh dilengkapi dengan sistem pertahanan rudal S-300 dan S-400 buatan Rusia.

"Latihan, yang melibatkan kerja sama penuh antara angkatan udara dan pasukan darat ini unik," kata IDF dalam laporannya, Kamis (20/6/2019) seperti dikutip Russia Today.

"Kami tidak senang berperang," kata Presiden Reuven Rivlin pada hari Selasa lalu. "Tetapi militer sepenuhnya siap untuk menanggapi segala ancaman dan skenario apa pun." 

Rivlin secara khusus menyebut Hizbullah dan memperingatkan kelompok yang berbasis di Lebanon tersebut."Jangan menundukkan Lebanon pada agenda Iran atau menggunakan Lebanon sebagai landasan untuk serangan terhadap Israel," katanya.(exe)


0 Komentar