Senin, 20 Mei 2019 12:16 WIB

Ada Upaya Sistematis yang Manfaatkan Situasi dari Pengumpulan Massa

Editor : Eggi Paksha
Moeldoko. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Ketua Harian Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan nomor urut 01, Jokowi-KH. Ma'ruf Amin, Moeldoko menilai jika melihat 'file' 2014 disebut sama persis yang terjadi pada pemilu 2019 ini di mana pada waktu itu ada tujuh poin tuntutan tentang isu dugaan kecurangan pemilu.

"Karena sama tuntutannya. Jadi udahlah ikuti saja proses yang sedang berjalan, agar masyarakat juga menjadi tenang," kata Moeldoko usai buka puasa bersama TKN di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta.

Moeldoko mengajak semua pihak untuk membuat situasi tenang dan tidak melakukan aksi yang mengarah tindakan provokatif. Kata Moeldoko, semua pihak wajib menjaga situasi tetap stabil.

"Sekarang sudah mulai di mana-mana menginginkan sebuah situasi yang amam tertib. Tidak menginginkan gerakan people power yang pada akhirnya merugikan semuanya," ujar Kepala Staf Kepresidenan itu.

Dalam hal ini, Moeldoko menyebut, ada upaya sistematis yang memanfaatkan situasi jika terjadi pengumpulan massa. Moeldoko menyebut, situasi itu bukan main-main bahwa ada kelompok tertentu yang memanfaatkan situasi jelang penetapan KPU pada 22 Mei mendatang.

"Untuk itu saya mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak perlu berbondong-bondong ke sebuah tempat titik berkumpul yang pada akhirnya digunakan sebagai tempat yang dimanfaatkan oleh kelompok tertentu itu. Semuanya rugi. Semuanya dari kita akan rugi. Ngapain jauh-jauh dari luar kota ke Jakarta tau-tau menghadapi sebuah musibah. Ini bukan skenario yang kita buat. Sama sekali bukan. Ini skenario yang disiapkan kelompok tertentu. Saya harus tegas dan clear," tandasnya.(exe)


0 Komentar