Senin, 06 Mei 2019 12:20 WIB

Bekasi Jadi Daerah Pertama di Indonesia dalam Penerapan Angkot Online

Editor : Eggi Paksha
Angkot Online. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Angkutan Kota (angkot) berbasis online resmi mengaspal di Kota Bekasi.

Pengelola angkot online PT Teknologi Rancang Olah Nusantara (TRON) menyatakan Bekasi menjadi daerah pertama di Indonesia dalam penerapan teknologi aplikasi online.

Meski baru 30 angkot yang baru diakomodir, namun penyedia jasa layanan ini bersama VIA menargetkan seluruh angkot di Kota Bekasi bisa menggunakan aplikasinya.

”Bekasi merupakan daerah pertama, dan kami target daerah lainnya,” kata Kepala Komunikasi Perusahaan PT TRON, Andy M. Saladin kepada wartawan di Stadion Patriot, Bekasi.

Menurut dia, Kota Bekasi menjadi salah satu wilayah yang potensial untuk melakukan uji coba aplikasi angkot online ini. Sebab, pembangunan kereta api ringan atau light rail transit (LRT) yang kian masif di Kota Bekasi menjadi alasan perlunya angkot sebagai angkutan pengumpang (feeder).

”Kami yakin dengan adanya LRT nanti, angkot bisa kembali menjadi salah satu pilihan utama dan termasuk menjadi feeder untuk LRT,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Bekasi juga dianggap sangat strategis karena ada tiga proyek lainnya berskala nasional selain pembangunan LRT seperti DDT, Tol Jakarta Cikampek Elevated dan lain-lain.

Andy optimistis pengguna aplikasi TRON akan meningkat seiring jalannya waktu. Untuk angkot online, terdapat kelebihan sendiri. Contoh gampangnya adalah pada saat hujan, penumpang bisa menggunakan transportasi ini yang lebih murah dibandingkan taksi online.

Sejauh ini, lanjut dia, baru 30 angkot online dengan dua trayek yang menggunakan aplikasi ini. Kedua trayek itu adalah angkot K-11A jurusan Terminal Bekasi-Rawalumbu-Narogong-Bantar Gebang dan angkot K-11B jurusan Terminal Bekasi-Wijayakusuma Bekasi Timur. Untuk masa promo diberikan harga murah Rp3.000 dan setelah promo menjadi Rp5.000.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengapresiasi upaya pihak swasta dalam memprakarsai penerapan angkot online. Sebab dari 416 kabupaten dan 98 kota di Indonesia, hanya Kota Bekasi yang telah menerapkan angkot online.

”Untuk di dunia, Kota Bekasi merupakan nomor 52 penerapan angkot online dari 195 negara di dunia,” kata Rahmat Effendi.

Dalam peresmian angkot online ini, kata dia, hanya sebanyak lima angkot yang diresmikan dari total 30 angkot online yang dikelola oleh PT TRON dan VIA untuk dilaunching secara simbolis. Meski demikian, keberadaan angkot online bisa menjawab kebutuhan masyarakat Kota Bekasi.

Apalagi, jumlah penduduknya Kota Bekasi hampir menembus 2,7 juta jiwa. Sehingga, keberadaan angkutan ini diharapkan bisa menjadi penumpan atau feeder angkutan massal seperti LRT dan KRL Comumuter Line.

”Kita belum mampu buat, jadi kita gandeng pihak lain untuk menciptakan aplikasi Tron ini,” jelasnya.

Rahmat mengatakan, saat ini memang baru dua zona yang ditawarkan yakni untuk K-11A dan K-11B. Namun tidak menutup kemungkinan, seluruh trayek angkutan kota yang ada di Kota Bekasi akan menggunakan aplikasi serupa.

”Untuk sementara waktu kita terapkan dulu di wilayah Bekasi Timur dan Bantar Gebang, tapi ke depan bisa wilayah lain karena kepadatan cukup tinggi bukan hanya kedua titik itu saja tapi ada di Medan Satria, Bekasi Barat, Rawalumbu, Jatiasih dan sebagainya,” tegasnya. 

CEO TRON David Santoso mengatakan, telah mengoperasikan sistem ini sejak 10 April 2019 lalu namun baru sebatas uji coba. Lantaran baru sebatas uji coba, maka tarif yang dipatok masih promo yakni Rp3.000 per penumpang.”TRON adalah aplikasi terbaru yang memungkinkan penggunanya untuk memanggil angkot tanpa perlu berjalan jauh,” ujarnya.

Menurutnya, setelah melakukan registrasi, pengguna cukup memasukan tujuannya dan akan diarahkan ke halte virtual terdekat untuk menunggu angkot tersebut. David merasa bangga dengan kehadirannya di Kota Bekasi, karena TRON sejalan dengan semangat Kota Bekasi dalam pengembangan daerah smart city.

”TRON dapat menyediakan skema reroute di mana memungkinkan angkot untuk masuk ke kawasan permukiman dengan jalur yang sudah ditentukan,” katanya.

Hingga kini, aplikasi TRON sudah diunduh mencapai kurang lebih 2.000 orang dan telah mengoperasikan 30 angkot dan ditarget bisa mengoperasikan 10.000 angkot.(exe)


0 Komentar