Sabtu, 23 Maret 2019 14:01 WIB

Kemenpora Hati-hati Putuskan Konflik BLISPI dan Ray Manurung

Editor : Eggi Paksha
Alman (depan kiri) bersama Bagja (depan kanan) beserta Blispi. (foto Esa/Tigapilarnews.com)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Kemenpora sangat menyayangkan ketidakhadiran Manajer Timnas Pelajar U-15, Ray Manurung, dalam pertemuan dengan Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLISPI) sebagai upaya mengklarifikasi adanya penyimpangan dalam pembentukkan timnas yang dipersiapkan ke  turnamen internasional di Portugal.

Hal itu disampaikan Asisten Deputi Kemenpora Bidang Olahraga Pendidikan (Ordik), Alman Hudri seusai menggelar pertemuan dengan BLISPI di Gedung PPIKON Jakarta, Jumat, (22/3).

Menurut Alman Hudri, semestinya manajer timnas Pelajar U-15 Ray Manurung hadir untuk menjelaskan kinerjanya termasuk adanya upaya perubahan seperti pergantian pelatih kepala dan pencoretan para pemain.

”Manajer timnas itu adalah bagian dari tim, segala sesuatu yang berkaitan dengan timnas pelajar U-15 ini menjadi tanggungjawabnya. Dan semuanya itu dipertanggungjawabkan kepada Kemenpora melalui BLISPI,” kata Alman.

Ia menilai, tindakan mengganti posisi pelatih kepala timnas pelajar U-15 dari Firman Utina kepada Aples Tecuari dan pencoretan pemain tanpa koordinasi dengan BLISPI merupakan pelanggaran. 

Karenanya, Alman Hudri meminta kepada BLISPI untuk memanggil kembali Ray tersebut untuk menjelaskan persoalan yang ada. Kondisi seperti ini, lanjut dia tidak boleh berkelanjutan dan dibiarkan karena akan merugikan persiapan tim.

Pada pertemuan dengan BLISPI tadi, Ray Manurung tidak tampak. Tanpa alasan yang jelas, Ray Manurung mangkir, padahal dirinya wajib menjelaskan persoalan dalam timnas pelajar U-15 ini.

Ketua BLISPI, Subagja Siuihan masih memberikan kesempatan kepada Ray Manurung untuk tetap bekerjasama dalam pembentukan timnas U-15. Namun dengan catatan, kata Subagja segala keputusan dalam pembentukan tim, harus tetap berkordinasi dan bekerjasama dengan BLISPI.

“Jika dia tidak sanggup untuk bekerjasama dengan BLISPi, dalam waktu dekat kami akan segera mencari pengganti beliau,” tegas Subagja.

selain itu, BLISPI juga tetap pada keputusan semula terkait posisi Firman Utina sebagai Kepala Pelatih Timnas Pelajar U-15. Jadi hingga saat ini belum ada perubahan soal posisi Firman Utina.

Sebab sebelumnya, ada upaya dari manajemen Timnas Pelajar U-15 melakukan perubahan tanpa koordinasi dengan BLISPI sebagai perpanjangan tangan Kemenpora dalam hal pembinaan sepakbola usia dini.

Posisi Firman Utina sebagai kepala pelatih oleh manajer timnas pelajar U-15 Ray Manurung digantikan Aples Tecuari yang sebelumnya sebagai asisten pelatih. Selain itu Ray Manurung secara diam-diam telah melakukan pengurangan pemain padahal masih dalam tahap seleksi.

Kondisi ini jelas membuat BLISPI murka dan geram. BLISPI pun mengancam akan memecat Ray Manurung. Semestinya, Ray Manurung memperesentasikan hasil pengurangan pemain dalam forum dan pemain yang masuk seleksi timnas pelajar adalah pemain yang mengikuti kejuaraan piala menpora kemarin, di luar itu tidak boleh.

Laporan itu akan dipertanggungjawabkan betul kepada Menpora melalui BLISPI dengan berkordinasi dengan manager, agar bersama dalam penyampaian Kemenpora atau tidak bisa sepihak.

BLISPI bersama 34 Provinsi secara serentak akan mengevaluasi kinerja Manajer Timnas Pelajar U-15 yang diwakili oleh Koordinator DIY, Jevry Manaha.

Ancaman  BLISPi untuk memecat Ray ini memang dikhawatirkan akan mengganggu kinerja timnas pelajar yang dipersiapkan mengikuti kejuaaraan Iber Cup Cascias Portugal pada tanggal 1-7 Juli 2019

Dalam pertemuan ini BLISPI dan Menpora memangil Manajer Timnas Pelajar U-15 terkait ada pelanggaran yang dilakukan. Berawal muncul masalah internal dalam tahap awal penyeleksian dimulai dari tim talentscouting, Pengurangan Pemain dan pelatih kepala sudah mulai ketidak cocokan antara Ray dan Blispi.

Hal itu berdampak luas hingga sudah tidak harmonis kembali dalam pembentukan tim pelajar saat ini, dalam mengelola timnas pelajar bukan hanya tahun ini saja, tapi sudah berjalan 6 tahun terakhir berjalan tanpa ada kendala tahun sebelumnya dan itu dilakukan sesuai tugas dan tupoksi nya masing masing.

BLISPI dalam hal ini yang bertangungjawab secara keseluruhan baik secara tekhnis dan non tekhnis atas persiapan panjang timnas pelajar, berhak mengingatkan apa bila ada sesuatu yang menjadi terkendala maka komunikasi kepada blispi atau sebaliknya manager bisa lakukan, untuk mencari solusi jalan keluar terbaik

Apabila satu diantaranya baik manager atau BLISPIi terjadi masalah maka, harus ada kesepakatan dan bentuk pertangung jawaban melalui forum kesepakatan awal, guna utk mencari solusi.

Baik BLISPI dan manajemen timnas pelajar harus berjalan seirama dengan mencapai tujuan yang sama ini membawa timnas pelajar ini sukses. BLISPI adalah bagian dari tangan kanan Kemenpora yang harus bertanggung jawab dalam persiapan panjang timnas pelajar dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini.

Tidak bisa melakukan sesuatu tanpa koordinasi dengan BLISPI agar tidak terjadi masalah di lapangan. Kemenpora akan menegur BLISPI apabila ada sesuatu masalah dalam persiapan panjang pembentukan tim pelajar.

Dalam pertemuan antara BLISPI dan Kemenpora yang disaksikan sejumlah wartawan itu juga hadir mantan pemain nasional Rully Nerre dan Donny Ericksson Latuperissa. Keduanya juga menyayangkan sikap Ray Manurung yang sudah melampaui batas kepatutan.(exe)


0 Komentar