Selasa, 19 Maret 2019 18:45 WIB

Stapac Tekad Patahkan Tradisi Final Indonesian Basketball League

Editor : Eggi Paksha
IBL 2019. (foto Esa/Tigapilarnews.com)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Dalam dua musim terakhir, ketika Indonesian Basketball League (IBL) sudah diperkuat dua pemain asing, klub yang berjaya di seri reguler selalu gagal menjadi juara. 

Tahun ini, Stapac Jakarta mencoba mematahkan tradisi tersebut saat menghadapi Satria Muda (SM) Pertamina pada seri final yang akan dimulai Kamis (21/3). "Kami akan berusaha mematahkan mitos tersebut. Kami ingin menang langsung 2-0," kata kapten Stapac Oki Wira Sanjaya dalam konferensi pers, Selasa (19/3).

Dua musim lalu, SM Pertamina yang menjuarai seri reguler ditaklukkan Pelita Jaya di final. Tapi tahun lalu, Pelita Jaya yang berjaya di seri reguler mengakui keunggulan SM Pertamina.

Tahun ini, Stapac Jakarta begitu perkasa pada seri reguler. Hanya sekali kalah dari 20 laga, tim asuhan Giedrius Zibenas ini keluar sebagai juara reguler. 

Oki menegaskan ia tak mau hanya sekadar berjaya di seri reguler. Ia ingin Stapac menuntaskannya dengan menjadi juara. "Saat awal-awal latihan, kami kekurangan pemain. Tapi kami terus bekerja keras dan sejauh ini kami sudah sampai di partai puncak. Kami ingin menyelesaikannya dengan menjadi juara," kata dia.

Pelatih Stapac, Giedrius Zibenas tak mau timnya dijadikan favorit. Ia mengatakan, hasil di babak reguler tidak ada artinya saat kedua tim bertemu di partai puncak. Sebelumnya dalam dua pertemuan seri reguler, Stapac menaklukkan SM Pertamina 2-0.

"Saya ucapkan selamat untuk SM Pertamina dan Stapac yang sudah sampai di final. Semoga kami mampu memberi pertunjukan terbaik untuk fan basket di Indonesia," jelas pelatih asal Lithuania.

Rizki Efendi, pemain senior Stapac yang sudah tiga kali tampil di final melawan SM Pertamina, mengatakan timnya harus tetap berstatus under dog. Menurut Rizky, pelatihnya membiasakan itu agar para pemain Stapac tetap terjaga kewaspadaannya.

"Kalau merasa bisa di situ kami bisa lengah," kata Rizki. "Saya sudah ketemu SM Pertamina di final tiga kali, dua kali kalah yakni 2009 dan 2012. Tahun 2014 saya menang. Pertemuan dengan SM Pertamina selalu menarik."

Rizki menambahkan, tahun ini SM Pertamina unggul di big man. Secara keseluruhan, SM Pertamina juga menang di postur. Tapi, tim pelatih Stapac, kata dia, sudah menyiapkan strategi menyiasati ini.(ist)


0 Komentar