Senin, 11 Maret 2019 10:46 WIB

KCI Masih Tunggu Hasil Investigasi KNKT

Editor : Eggi Paksha
Warga menyaksikan kereta anjlok. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- VP Komunikasi PT KCI, Eva Chairunisa, mengaku belum mengetahui pasti penyebab anjloknya KA 1722 di petak jalan antara Cilebut - Bogor yang terjadi sekitar pukul 10.15 WIB pada Minggu 10 Maret 2019 kemarin.

"Belum ya untuk penyebabnya. Kita masih tunggu hasil investigasi KNKT," kata Eva, Senin (11/3/2019).

Sebelumnya, kereta terakhir dapat dievakuasi melalui pengangkatan kembali ke rel pada pukul 01.50 WIB. Kereta tersebut akan ditarik ke Dipo KRL Bogor untuk pemeriksaan dan perbaikan lanjutan.

Eva menambahkan, setelah proses evakuasi sarana KRL yang mengalami anjlokan tersebut selesai, perbaikan prasarana perkeretaapian seperti jaringan kabel Listrik Aliran Atas (LAA).

"Jalur rel dan pemasangan tiang LAA yang terdampak peristiwa ini juga terus dilakukan oleh PT KAI Daop 1 dan PT KCI," tuturnya.

Untuk perjalanan KRL di lintas Bogor pada Senin (11/3/2019) direncanakan pemberangkatan KRL dari Stasiun Bogor baru dapat dilayani mulai pukul 05.00 WIB menggunakan satu jalur bergantian.

Dengan kondisi tersebut maka hanya sebagian KRL yang pemberangkatannya dapat dilakukan dari Stasiun Bogor, sementara sebagian perjalanan KRL lainnya yang biasanya dijadwalkan pemberangkatan dari Stasiun Bogor akan dialihkan melalui rekayasa pola operasi dengan pemberangkatan dari Stasiun Cilebut, Bojong Gede, Citayam dan Depok.

Rekayasa pola operasi tersebut dilakukan guna memaksimalkan layanan KRL pada Senin pagi, karena perbaikan satu jalur di area yang sebelumnya menjadi lokasi anjlok KA 1722 antara Stasiun Cilebut - Stasiun Bogor masih proses perbaikan.

Sehubungan dengan perubahan pola operasi ini, tentunya akan terjadi kepadatan dan antrian KRL pada lintas Bogor. Terkait hal tersebut PT KCI menghimbau para pengguna agar menyesuaikan waktu dan stasiun pemberangkatan yang akan dituju.

PT KCI mengimbau bagi para pengguna yang tetap akan menggunakan jasa layanan KRL untuk memperhatikan keselamatan dengan tidak memaksakan diri naik ke KRL yang sudah penuh, serta selalu memperhatikan himbauan dan informasi dari petugas.(sndo)


0 Komentar