Kamis, 21 Februari 2019 12:18 WIB

Bawaslu Rekomendasikan KPU untuk Kurangi Jumlah 'Suporter' di ruang Debat Pilpres

Editor : Eggi Paksha
Ilustrasi debat capres kedua. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Mochamad Afifuddin mengaku lembaganya telah memberikan evaluasi terhadap pelaksanaan debat kedua kemarin.

Salah satunya yang disoroti adalah keriuahan tim pendukung yang berada di ruang debat. Menurut Afif, sapaan akrabnya, Bawaslu telah merekomendasikan kepada KPU untuk mengurangi jumlah 'suporter' yang berada di ruang debat untuk debat ketiga nanti.

Menurutnya masing-masing tim paslon hanya diberikan jatah 50 suporter. "Jadi komitmennya harus sama-sama dibangun dari kedua belah pihak," ujar Afif ketika dihubungi, Kamis (21/2/2019).

Terkait dengan paslon yang membawa alat tulis dan pulpen, Afif menganggap hal tersebut dibolehkan. Namun jika ada keberatan dari salah satu pihak maka hal tersebut akan menjadi evaluasi di rapat berikutnya untuk disepakati semua tim paslon.

"Tapi dari kami sudah menyampaikan beberapa usulan perbaikan termasuk posisi duduk terlalu sempit jumlah orang dan ruangan kemarin membuat suasana meriah dan juga ungkapan atau semacam hore-hore yang menjelekkan," jelasnya.

Begitu pun kehadiran para menteri sebagai tamu undangan, menurut Afif jika hal tersebut dianggap 'memberatkan' salah satu kubu bisa dievaluasi. Menurutnya, kehadiran menteri karena menyangkut visi-misi pembangunan nasional.


"Jadi kementerian terkait diundang ya nanti kita lihat beberapa hal apakah lebih baik di situ dan kesepakatan itu. Karena ini kan menyangkut agenda pembangunan nasional juga. Kementerian terkait," pungkasnya.(ist)


0 Komentar