Senin, 18 Februari 2019 11:05 WIB

Penerimaan Prajurit TNI AD Tahun Ini Capai 15.574 Orang

Editor : Eggi Paksha
Ilustrasi TNI AD. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- TNI AD merekrut sekitar 15.000 pemuda dan pemudi untuk menjadi tentara.

Skala prioritas perekrutan adalah mereka yang berasal dari daerah-daerah pedalaman, perbatasan, pulau terluar dan terpencil. 

“Kita berikan kesempatan lebih banyak kepada pemuda-pemudi di wilayah pedalaman dan perbatasan serta pulau terluar untuk turut andil menjadi prajurit garda terdepan bangsa,” kata Aspers KSAD Mayjen TNI Heri Wiranto di stan TNI AD saat pameran pendidik Education and Training Expo Ke-28 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.

Dia menyebut, skala prioritas perekrutan adalah para pemuda -pemudi dari daerah Aceh, Kalimantan, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua, Maluku dan Maluku Utara serta beberapa wilayah lainnya. “Untuk wilayah itu diberikan peluang dan alokasi lebih banyak, baik untuk calon perwira, bintara maupun tamtama,” tegasnya.


Heri menjelaskan, penerimaan prajurit TNI AD pada tahun ini mencapai 15.574 orang. Mereka terdiri atas 351 calon taruna Akmil, 216 orang calon perwira prajurit karier (Pa PK), 3.167 bintara, dan 11.840 tamtama.

“Kita akan seleksi para pemuda dan pemudi Indonesia yang terbaik. Kita buka seluas-luasnya dan gratis atau tanpa ditarik bayaran sepeser pun sehingga ke depan TNI AD akan semakin profesional dan unggul,” tuturnya.

Untuk rekrutmen, Heri memastikan prosesnya dilaksanakan secara transparan dan profesional, dengan didasarkan kepada kesetaraan, kesamaan hak dan kewajiban. “Itu akan dipastikan, apalagi dengan adanya pendaftaran secara online, kita monitor dan kendalikan secara ketat agar tidak terjadi kecurangan,” tegasnya.

Jika menemukan ada kecurangan, Heri mengimbau agar hal itu dicatat dan dilaporkan. Bahkan bisa langsung ke satuan TNI AD terdekat atau melalui e-mail di website TNI AD. “Kita yakinkan laporan itu akan ditindaklanjuti,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Heri mengaku senang dengan penyelenggaraan pameran pendidikan ini khususnya stand TNI AD. Sebab pihaknya tidak hanya memamerkan namun juga menyimulasikan pelaksanaan penerimaan prajurit. “Bahkan para pengunjung diberikan. kesempatan untuk konsultasi dan swafoto secara gratis,” ujar lulusan Akmil tahun 1989 ini.

Terbukti, pada hari ketiga pameran, para pengunjung stan TNI AD terus membeludak. Beragam aktivitas dilakukan para pengunjung yang sebagian besar adalah pelajar dan mahasiswa. Di antaranya mencoba tiang pull up dan chinning, cek buta warna, konsultasi psikologi, foto-foto dengan para taruna maupun prajurit Kowad. Bahkan ada yang langsung mendaftar dengan dibimbing personel dari Ditajenad dan Ajendam Jaya.

Heri menambahkan, pengunjung stan TNI AD pada hari pertama mencapai 1.029 orang, sedangkan hari kedua 1.098 orang dan melonjak drastis di hari ketiga sejumlah 1.797 orang, dengan rata-rata sekitar 150–200 orang mendaftar langsung sebagai prajurit TNI AD di stan tersebut setiap harinya. “Antusiasme para pengunjung, terutama para generasi muda ini tidak hanya menunjukkan ketertarikan terhadap isi stan saja, juga kecintaan dan kebanggaannya terhadap TNI, khususnya TNI AD. Ini sungguh luar biasa,” ucapnya.

Ketua Panitia Pelaksana Education & Training Expo TNI AD Letkol Arm Anang Krisna Indra Kumara menyebut, saat ini jumlah prajurit TNI AD mencapai 350.000 personel. Adanya pembentukan divisi baru, yakni Divisi III Kostrad di Sorong, Papua, tentu memerlukan prajurit untuk di tempatkan di daerah tersebut.

TNI AD adalah elemen bangsa yang menjaga kedaulatan dan melindungi bangsa dan negara. Untuk itu TNI AD harus memiliki sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan mengikuti perkembangan zaman. “Apalagi tantangan saat ini semakin kompleks seperti proxy war, perbatasan Indonesia yang cukup luas juga perlu dijaga, kita ingin perbatasan kita aman. Saya berharap anak-anak muda yang memuliki kualitas untuk bergabung bersama TNI AD,” kata dia.

Sementara itu TNI AU akan memberi kemudahan kepada putra-putri daerah Sorong Papua untuk menjadi prajurit TNI AU. Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna mengatakan, kemudahan menjadi prajurit TNI AU berlaku untuk semua strata, baik perwira, bintara maupun tamtama yang memenuhi syarat, khususnya kesehatan. “Bila perlu ada putra asli Sorong Papua menjadi pilot pesawat tempur,” ujarnya saat menghadiri acara napak tilas Korpaskhas di Teminabuan, Sorong Selatan, Papua Barat. 

Menurut Yuyu, kemudahan akan diberikan apabila calon telah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan seperti aspek kesehatan. “TNI AU tidak berharap apabila saat mengikuti pendidikan dasar kemiliteran calon prajurit diberhentikan karena mengalami gangguan kesehatannya,” ucapnya.(ist)


0 Komentar