Kamis, 14 Februari 2019 19:37 WIB

Gelontorkan Bonus, Djarum Foundation Terus Dorong Mentalitas dan Daya Juang Atlet Muda

Editor : Eggi Paksha
Penghargaan Atlet Muda Berprestasi PB Djarum 2018. (foto Esa/Tigapilarnews.com)
JAKARTA, Tigapilarnews.com- Djarum Foundation terus melanjutkan tradisi pemberian bonus kepada atlet – atlet dibawah usia 19 tahun PB Djarum yang dianggap berhasil menorehkan prestasi cemerlang sepanjang tahun 2018.
 
Bonus diberikan kepada sejumlah atlet muda dalam acara “Penghargaan Atlet Muda Berprestasi PB Djarum 2018” di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 14 Februari 2019. Tahun ini, pemberian bonus terasa istimewa karena terdapat 50 atlet dari kelompok usia U-17 serta U-19 yang mendapatkan apresiasi dari Djarum Foundation dengan total bonus lebih dari Rp 145 juta.
 
Bonus yang diberikan Djarum Foundation tak lepas dari prestasi berkilau para atlet muda PB Djarum yang berhasil menjadi kampiun di kejuaraan nasional dan internasional sepanjang tahun 2018, seperti Djarum Sirnas Premier, Daihatsu Astec Open, Pembangunan Jaya Raya Junior Grand Prix, Badminton Asia Junior Championships, Blibli.com Superliga Junior, International Series hingga World Junior Championships.
 
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengatakan pemberian bonus ini merupakan apresiasi atas kerja keras para atlet muda PB Djarum yang telah mendulang prestasi di level kejuaraan junior, baik di tingkat nasional maupun panggung internasional.
 
“Melalui pemberian bonus ada dua hal yang ingin Djarum Foundation sampaikan kepada atlet – atlet muda yang sedang meretas karier. Pertama, bagi penerima bonus, apresiasi ini diharapkan bisa melecut semangat dan motivasi untuk meningkatkan prestasi, terutama ketika sudah masuk ke level senior nanti. Lalu, yang kedua, bagi atlet yang belum menerima bonus, diharapkan bisa berlatih lebih keras lagi dan mampu menuai prestasi seperti rekan – rekannya saat ini,” ucap Yoppy di sela – sela acara.
 
Yoppy berpesan, para atlet muda jangan sampai terlena dengan bonus dan prestasi yang sudah diperoleh di tingkat junior. Pasalnya, perjalanan menuju level senior hingga menjadi juara dunia butuh kerja keras dan dedikasi yang tinggi. Selain dengan menumbuhkan mentalitas, para atlet juga harus memupuk daya juang baik di dalam maupun di luar lapangan misalnya dengan cara berinisiatif menambah porsi latihan dan meningkatkan kedisiplinan.
 
“Yang perlu dipahami oleh atlet-atlet muda adalah jumlah pebulutangkis sangatlah banyak, tapi hanya beberapa orang yang berhasil menjadi juara dunia. Tentunya, sang juara adalah atlet terbaik yang sejak usia muda berlatih keras mengasah kemampuan sehingga bisa meraih prestasi yang maksimal di kancah dunia. Jadi, bagi para atlet muda, teruslah pompa mentalitas, teknik, dan daya juang serta berusaha lebih keras lagi agar bisa membanggakan Indonesia di masa mendatang,” Yoppy menjelaskan.
 
Mentalitas dan daya juang juga menjadi kunci utama bagi para atlet muda dalam menghadapi persaingan menembus Pelatnas. Dalam hal ini, Yoppy optimistis PB Djarum bisa menyumbangkan sejumlah pemain bertalentanya masuk ke Pelatnas mengingat banyaknya atlet muda yang mendulang prestasi sepanjang tahun 2018.
 
Beberapa atlet muda PB Djarum yang menyita perhatian ialah Aisyah Sativa Fatetani dan Aisha Galuh Maheswari dari kelompok U17 yang sama-sama tiga kali meraih gelar juara dalam turnamen sepanjang tahun 2018. Selain itu, ada pula nama Alifia Intan Nurokhim yang baru saja menyabet gelar Juara Tunggal Putri di Kejurnas 2018. Cemerlangnya prestasi tiga pebulutangkis putri ini diharapkan bisa menumbuhkan asa kembali berjayanya sektor tunggal putri Indonesia di panggung bulutangkis dunia di masa mendatang.
 
Sementara itu, di sektor ganda campuran, PB Djarum memiliki dua pasang pemain yang sangat bertalenta yakni Leo Rollycarnadio/Indah Cahya Sari Jamil serta Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Tahun 2018 lalu, mereka berhasil menembus partai final World Junior Championships di mana Leo/Indah berhasil mengalahkan Rehan/Siti Fadia dan keluar sebagai juara.
 
Di mata para atlet, guyuran bonus dari Djarum Foundation merupakan lecutan motivasi agar bisa meraih prestasi – prestasi yang lebih tinggi lagi di masa depan. “Rasanya senang sekali bisa mendapatkan bonus yang merupakan apresiasi atas apa yang telah dilakukan selama ini. Sebagai atlet, saya tidak boleh berpuas diri karena saya masih punya target – target yang ingin di raih, terutama di level senior nanti,” ungkap Leo Rollycarnando.
 
Senada dengan Leo, Indah Cahya Sari Jamil yang menjadi rekan Leo saat meraih gelar Juara WJC 2018 menuturkan, bonus yang diperoleh ini menjadi momentum positif untuk meningkatkan kemampuan demi menghadapi persaingan di level yang lebih tinggi.
“Bonus ini membuat saya semakin termotivasi untuk menjadi pebulutangkis yang lebih baik lagi, baik dari sisi teknik, mental dan juga prestasi,” tutur Indah yang diamini oleh Alifia Intan Nurokhim.
 
Manajer Tim PB Djarum, Fung Permadi, menjelaskan cemerlangnya prestasi para atlet muda di berbagai turnamen sepanjang 2018 tak lepas dari pemantauan bakat dan pembinaan atlet sejak bergabung dengan PB Djarum.
 
“Saat ini, PB Djarum menjadi klub yang menaungi atlet-atlet yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, misalnya Aceh dan Kalimantan. Artinya, PB Djarum memiliki banyak pemain dengan karakteristik yang berbeda-beda yang diharapkan kelak bisa menghasilkan pemain dengan kemampuan yang bervariasi,” ujar Fung Permadi.
 
Selain itu, dari sisi pembinaan, PB Djarum memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi para atlet untuk mengikuti kompetisi baik di level nasional maupun internasional guna mengasah skill dan mental pemain. “Salah satunya melalui turnamen Djarum Sirnas yang diharapkan bisa memberikan gambaran dan bekal bagi pemain untuk lebih profesional dalam menghadapi pertandingan di level yang lebih tinggi,” Fung menambahkan.
 
Selain memberikan bonus kepada atlet muda berprestasi, dalam kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan kontrak sponsor antara PB Djarum dengan Li-Ning. Dengan kontrak berdurasi dua tahun tersebut, Li-Ning akan menjadi sponsor untuk apparelbulutangkis bagi atlet PB Djarum dibawah usia 19 tahun (kontrak kolektif) dan kontrak individual dengan pelatih PB Djarum hingga tahun 2020 mendatang. Penandatangan kontrak ini dilakukan oleh Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin dengan Director PT Sunlight Sport Indonesia, Hardep Singh.
 
 
Data Penerima Penghargaan Atlet Berprestasi PB Djarum 2018
  1. Juara Kejurnas Badminton 2018:
  • Tungga Putri, Alifia Intan Nurokhim                                             : Rp 15.000.000
  1. Juara Remaja (Tunggal dan Ganda) Sepanjang Tahun 2018           : Rp 16.630.000
  2. Juara Taruna (Tunggal dan Ganda) Sepanjang tahun 2018             : Rp 89.000.000
  3. Atlet Muda Terbaik 2018:
  • Leo Rolly Carnadio/Indah Cahya Sari Jamil                                : Rp 25.000.000
Total Bonus: Rp 145.630.000

0 Komentar