Jumat, 01 Februari 2019 16:50 WIB

PAN Nomor Urut 7 Dapil 10, GSI Jadi Posko Pemenangan Suherlan di Kemanggisan

Editor : Eggi Paksha
Suherlan, dari PAN dengan nomor urut 7 Dapil 10. (foto tim dokumentasi)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Para calon legislatif terus bersiap untuk mengatur strategi menuju Kebon Sirih atau kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.

Seperti yang dilakukan Caleg dari Partai Amanat Nasional (PAN), Suherlan, yang telah meresmikan rumah pemenangan Garuda Sembilan Indonesia (GSI) di Kemanggisan, Jakarta Barat, Minggu (29/12) sore.

Menariknya, selain menjadi posko pemenangan dirinya, rumah GSI ini juga menjadi tempat berkumpulnya para relawan atau tim pemenangan untuk cawapres 2019 nomor urut 2, Sandiaga Salahudin Uno.

Peresmian posko pemenangan ini juga ditandai dengan acara potong tumpeng yang diramaikan oleh para tim sukses dari Jaringan Pendukung Suherlan (JPS) dan Teman Pendung Suherlan (TPS) dan skuat Garuda Sembilan Indonesia (GSI).

“Rumah pemenangan GSI ini juga sekaligus menjadi rumah pemenangan untuk saya dari Partai Amanat Nasional dengan nomor urut 7 Dapil 10. Nantinya di sini akan dijadikan posko pemenangan sampai saat pencoblosan,” kata Suherlan.

“Karena seperti kita ketahui pada saat-saat memasuki waktu pencoblosan akan menjadi krusial, jadi tempat ini juga sebagai basis media centernya disini dan disetiap kegiatan yang akan kita buat akan kami undang wartawan untuk dapat meliput,” sambungnya.

Pria asal Bandung, Jawa Barat itu juga menjelaskan di posko ini nantinya akan ada kegiatan malam rabu-rabuan yang dimana untuk masing-masing korwil tim pemenangan di tingkat RW dari lima kecamatan di Dapil 10 akan mengelar rapat untuk mengatur strategi.

“Kita juga selalu melakukan rapat-rapat dengan tim pemenangan saya yang ada di Dapil 10. karena sebenarnya saya ini fokus di 250 TPS. 150 TPS itu kita fokuskan untuk TPS khusus yang memang akan menjadi lumbung suara dan 100 TPS sisanya sebagai suara pendukung,” jelasnya.

“Saya juga akan merekrut 250 korte yang ada di TPS-TPS dan itu akan kita jadikan saksi-saksi di masing-masing TPS. Saksi ini nantinya akan terbagi beberapa saksi TPS untuk Partai, Pilpres, dan Calegnya sendiri, mungkin minimal di satu TPS akan membutuhkan 3 orang saksi,” tambahnya.(ist)

 


0 Komentar