Kamis, 31 Januari 2019 11:06 WIB

KPU Dinilai Menurunkan Kualitas Demokrasi

Editor : Yusuf Ibrahim
Din Syamsuddin. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI), Din Syamsuddin, mengatakan bahwa dirinya merasa kecewa dengan jalannya debat perdana pilpres 2019.

Menurutnya debat perdana yang dilangsungkan pada 17 Januari 2019 kemarin terasa kurang berkualitas. "Terus terang saya berharap sampai hari pencoblosan agar berkualitas, debat kemarin kurang berkualitas itu demokrasi kita mengalami kemunduran," ujar Din di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Din juga meyayangkan sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena meniadakan penyampaiam visi-misi. Hal tersebutlah, kata Din yang dapat menurunkan kualitas demokrasi.

"Sayangnya KPU meniadakan penyampaian visi-misi, aneh dan lucu, saya kira itu menurunkan kualitas demokrasi," kata Din.

Lalu, Din juga turut mengomentari isu yang menjadi bahan debat. Menurutnya isu yang disampaikan harus ril dan tidak bersifat personal.

"Harus isu yang ril jangan bersifat personal, bukan karna saya membela siapa, 01 nyerang 02 dan sebaliknya itu sama aja demokrasi tingkat kelurahan," tandasnya.

Selain itu, Din juga berpesan terhadap kedua tim sukses, baik Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf maupun Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi agar tidak berlebihan yang dapat mengakibatkan melampaui batas budaya dan agama. 

"MUI berpesan pada pasangan maupun timses jangan jorjoran kedua belah pihak melampui batas budaya dan agama, kita menghargai manusia sebagai ciptaan Allah," tuturnya.(ist)


0 Komentar