Senin, 28 Januari 2019 12:10 WIB

Beckham Kembali Beri Suntikan Dana agar Brand Victroria Tetap Berkibar

Editor : Eggi Paksha
Victoria Beckham. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Nama besar serta brand global tidak menjamin bisnis lancar. 

Brand Victoria Beckham mengalami penurunan sehingga sang suami, David Beckham, harus turut memberi suntikan dana. Dalam tiga tahun terakhir Beckham sudah menggelontorkan uang sebesar 23 juta poundsterling agar brand Victroria Beckham tetap berkibar.

Mantan pemain sepak bola Inggris berusia 44 tahun itu memberi perusahaan Victoria pinjaman sebesar 4 juta pounsterling serta 6,6 juta poundsterling pada musim semi 2016 agar bisnis sang istri tetap jalan. Dana dari Beckham itu diberikan setelah bisnis Victoria membukukan kerugian 10 juta poundsterling sebelum Natal 2017.

Desain Victoria biasa dipakai oleh para selebritas, termasuk Meghan Markle, Kendall Jenner, dan Lady Gaga. Meski ada pengaruh dari ketenaran namanya, perusahaan itu merugi dalam empat tahun sejak 2008.

Kerugian itu sebelumnya diduga akibat belanja untuk desain, marketing, dan penjualan oleh seorang juru bicara brand Victoria Beckham. Victoria juga mengalami peningkatan penjualan dan memangkas pegawainya hingga sepertiga dari seluruh karyawan pada April lalu.

Sebaliknya, David yang menjadi salah satu direktur DB Ventures Ltd, membukukan laba 23,2 juta poundsterling pada tahun yang sama dan dia mendapat dividen sebesar 18,75 juta poundsterling.

Bisnis aksesoris, kacamata, dan pakaian mewah, miliki Victoria itu baru-baru ini merayakan ulang tahun ke-10 tapi kerugian meningkat mencapai 2 juta poundsterling dalam 12 bulan terakhir. Kerugian yang dialami mencapai 27.000 poundsterling per hari, meski pendapatan tumbuh 17% menjadi 42,5 juta poundsterling pada 2017.

Label fashion yang memiliki toko di Mayfair, London itu menjual berbagai produk seperti mantel seharga 2.900 poundsterling per baju. Brand itu pun membukukan kerugian 8,4 juta poundsterling pada 2016.

Meski demikian, para pengamat yakin Victoria yang memiliki kekayaan sebesar 240 juta poundsterling itu dapat membukukan laba pada masa depan. Dia pekan ini meluncurkan perusahaan terbarunya, Reebok x Victoria Beckham.

Pada Desember, Mail On melaporkan, Beckham saat ini ingin istrinya bertanggung jawab dalam mengelola perusahaan dan dia tidak akan meminjaminya lagi uang. Sejumlah sumber menjelaskan, David senang istrinya sekarang mendapatkan beberapa investor yang menyuntikkan dana 30 juta poundsterling ke label itu.

“David super bangga pada apa yang Victoria capai, tapi dia tidak akan lagi memberikan uang. Istrinya telah memiliki para investor,” ungkap beberapa sumber kepada Daily Mail.

Ibu empat anak itu kini mengawasi kerajaan bisnisnya yang terdiri atas empat lini pakaian, lebih dari 400 gerai ritel pada lebih dari 50 negara dengan kantor di London dan New York. Memanfaatkan peluang dari statusnya sebagai bintang pop menjadikan dia kian diakui, bahkan dari tokoh fashion seperti Karl Lagerfeld yang menjadi jenius kreatif di balik Chanel.

Penjualan tahun lalu meningkat di semua bidang, terutama untuk lini pakaian siap pakai Victoria Beckham, yaitu lini 'Victoria, Victoria Beckham' serta berbagai aksesoris dan kaca mata, baik yang dijual secara online dan di berbagai toko.

Sejumlah selebritas juga pernah membangun bisnis tapi gagal di tengah jalan. Fashion Cafe yang dibangun oleh Christy Turlington, Claudia Schiffer, Elle Macpherson, dan Naomi Campbell itu mengalami kegagalan setelah didirikan pada 1995. Jaringan Fashion Cafe akhirnya ditutup pada 1998.

Jennifer Lopez pernah mendirikan Madres Restaurant pada 2002 di Pasadena, California, tapi hanya bertahan selama enam tahun. Selama beroperasi, restoran itu mendapat banyak respons buruk hingga akhirnya ditutup secara total.

Kim Basinger pernah membeli satu kota Braselton, Georgia, senilai USD20 juta pada 1989 dengan tujuan mengubahnya menjadi pusat atraksi wisata dilengkapi dengan sejumlah studio film dan festival film. 

“Basinger tak sempat mewujudkan impiannya menjadi kenyataan karena akibat kesulitan keuangan pada empat tahun. Kemudian dia menjual kota itu dengan harga hanya USD1 juta,” ungkap laporan CNBC. 

Adapun Steven Spielberg membuka restoran bertema kapal selam pada 1994 bernama Dive! Restoran itu berada di Los Angeles dan Las Vegas dengan bentuk seperti kapal selam kuning. Setiap setengah jam, restoran itu menirukan suasana saat menyelam, lengkap dengan lampu warna merah. “Sayangnya penjualan sangat sedikit dan terpaksa tutup pada 1999,” papar CNBC.

Kim, Khloe, dan Kourtney Kardashian pernah meluncurkan bisnis kartu kredit bernama Kardashian Kard yang menyasar generasi muda. Namun menurut CNN, setelah berbagai keluhan konsumen terkait berbagai biaya, bisnis kartu kredit itu tutup hanya dalam waktu sebulan setelah peluncuran.

Britney Spears juga pernah meluncurkan bisnis restoran bernama Nyla pada 2002. Namun restoran itu ternyata mendapat publikasi yang buruk, masalah pelanggaran aturan kesehatan, dan para pegawai yang tidak betah bekerja hingga akhirnya restoran itu tutup dalam waktu kurang dari enam bulan sejak pembukaan.

Sementara itu ada juga selebritas yang amat sukses ketika berwirausaha. Salah satunya Kylie Jenner. Anggota termuda pada klan Kardashian-Jenner ini menjadi salah satu orang terkaya di dunia lewat bisnis kosmetiknya. Pertengahan tahun lalu Forbes merilis kekayaan bersihnya mencapai USD 900 juta (Rp12,9 triliun dalam waktu kurang dari 3 tahun. 

Sebagaimana dilansir Moneyish, gemuknya tabungan Kylie berasal dari ‘Kylie Cosmetics, yang bernilai sekitar USD 800 juta. Berawal dari lipkit yang dibanderol USD29, dalam hanya 18 bulan, dia meraup penjualan hingga USD 420 juta (Rp 6 triliun).

Selain Kylie ada juga Jessica Simpson. Wanita cantik ini memang dikenal sebagai penyanyi, tapi bisnis fashion-lah yang menjadikan Simpson kaya-raya. Brand Jessica Simpson Collection didirikan pada 2005 menjual baju, sepatu dan berbagai keperluan dekorasi rumah. 

Salah satu aktor termahal di dunia, Mark Wahlberg, mendirikan bisnis kuliner Wahlburgers bersama saudara-saudara kandungnya Donnie dan Paul. Burger ini bisa ditemukan di bergabai kota di Amerika Serikat dan Kanada.(ist)


0 Komentar