Selasa, 08 Januari 2019 12:12 WIB

Psikolog Komentari Kasus Prostitusi Artis

Editor : Eggi Paksha
Ilustrasi media sosial. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Dunia hiburan Tanah Air kembali dihebohkan dengan berita kasus prostitusi yang melibatkan artis ternama Ibu Kota, Vanessa Angel dan Avriellia Shaqqila.

Keduanya ditangkap Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur di salah satu hotel di Surabaya dengan dugaan menjalankan prostitusi online.

Vanessa Angel diketahui memasang tarif senilai Rp80 juta dan Avriellia Shaqqilla sebesar Rp25 juta. Kendati demikian, Vanessa dan Avriellia ditetapkan sebagai korban dan dibebaskan. Namun, tak hanya mereka, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menyebut ada 45 artis yang terlibat dalam prostitusi yang ditawarkan lewat media sosial ini.

Terkait kasus ini, Nana Gerhanna M.Psi, psikolog dari Biro Psikologi Askara Pelangi menjelaskan, kehidupan artis menuntut eksistensi diri untuk dapat tampil sesempurna mungkin. kesempurnaan tersebut mencakup penampilan yang menarik dan trendi yang semuanya membutuhkan biaya besar dan prostitusi menjadi cara instan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.


"Kehidupan artis menuntut eksistensi diri untuk dapat tampil sesempurna mungkin, menjadi tokoh masyarakat yang dikagumi, menjadi panutan bagi penggemarnya. Penampilan fisik seringkali menjadi faktor penentu artis satu dengan yang lain dapat bersaing. Penampilan menarik dan uptodate tentu membutuhkan cost yang besar, dari barang yang digunakan sampai perubahan fisik lewat pembedahan. Kemudian prostitusi menjadi cara instan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan diatas," papar Nana, Senin (7/1/2019).

Selain karena gaya hidup atau finansial, Nana menambahkan, terlibatnya artis dalam kasus prostitusi juga bisa disebabkan karena kebutuhan psikologis seperti merasa dibutuhkan, dikagumi, diterima di lingkungan sosial hingga kebutuhan akan kasih sayang.

Kondisi ini pun semakin didukung dengan pola pikir dan pandangan sang artis menjalani kehidupan sehari-hari yang menilai bahwa prostitusi merupakan hal yang lumrah dilingkungan artis.

"Kehidupan sosial artis tentu saja berbeda dengan orang lain pada umumnya. Bujuk rayu dari orang-orang yang mengagumi dapat juga menjadi other causes. Hal ini berkaitan dengan kebutuhan psikologis seperti merasa diri dibutuhkan, dikagumi, diterima di lingkungan sosial atau bahkan kebutuhan akan kasih sayang," tambahnya.


"Pola pikir dan pandangan artis tentu saja mengikuti acuan kehidupan artis pada umumnya. Cara pandang dalam menjalani kehidupan sehari-hari memiliki standar ukuran para artis, yang mungkin saja tidak normal bagi orang dari profesi yang berbeda. Secara psikologis hal ini berkaitan dengan teori manusia sebagai mahluk sosial. Artinya bisa saja bagi artis yang terlibat prostitusi, hal ini lumrah saja dilingkungan para artis," kata dia.(sndo)


0 Komentar